Kelanjutan Kasus BYD Seal Akbar Faizal, Berakhir Damai

Kasus kerusakan BYD Seal milik Akbar Faizal terus mencuri perhatian banyak pihak. Bahkan menjadi perbincangan di media sosial.

Namun kasus tersebut telah memasuki babak baru. Kedua belah pihak disebut-sebut sudah menjalin komunikasi.

“Berdasarkan update terakhir, diler telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait termasuk konsumen secara langsung,” ungkap Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relation BYD Motor Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (14/04).

Luther menyampaikan bahwa ini merupakan langkah penting. Sebab mereka dapat berdialog dengan baik.

BYD Seal bekas

Sehingga mampu mencari jalan keluar sebaik mungkin, lalu memberikan pelayanan optimal bagi konsumen di Tanah Air.

“Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut. Sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik,” tutur dia.

Kemudian seluruh pihak yang terlibat, mulai dari konsumen, diler, asuransi sampai leasing sepakat untuk berdamai.

Ia pun berharap kejadian seperti yang dialami oleh Akbar Faizal tidak terulang atau terjadi di kemudian hari.

“Kami juga akan terus mendorong diler untuk mengedepankan respons yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen,” pungkas Luther.

Sebagai informasi, Akbar Faizal sempat mengunggah sebuah postingan di akun Instagram pribadi. Politisi satu ini mengaku BYD Seal miliknya mengalami kerusakan.

Mantan anggota DPR RI tersebut menjelaskan masalah kendaraannya di media sosial. Ia mengaku BYD Seal milik Akbar terdapat kerusakan pada bagian kaki-kaki.

“Mobil bermasalah (oleng). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih saling lempar tanggung jawab,” tulis Akbar di media sosial pribadinya.

Menurut Akbar, kerusakan pada BYD Seal miliknya sudah berlangsung sejak Desember 2025. Hal ini karena penanganan yang didapat kurang maksimal.

Diduga terjadi saling lempar tanggung jawab antara diler, perusahaan pembiayaan, asuransi hingga bengkel rekanan.

Mobil listrik tersebut sempat dinyatakan selesai diperbaiki dalam dua bulan. Namun Akbar menilai analisis bengkel keliru sehingga kondisi kendaraan justru memburuk.

BYD Seal 2025

Situasi pun semakin memburuk, bahkan pada Maret 2026 Akbar sempat menunda cicilan BYD Seal meski akhirnya tetap dibayarkan.

Akan tetapi di April 2026, ia memutuskan untuk menghentikan pembayaran, sebab kondisi mobil listrik tersebut masih belum jelas.

Akbar lantas melayangkan somasi kepada BYD, Clipan Finance serta perusahaan asuransi MAG. Kemudian menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).