Tiba-tiba Tidak Bisa Berpikir Saat Marah? Bisa Jadi Ini Emotional Flooding

emotional flooding, tekanan emosi, marah, Tiba-tiba Tidak Bisa Berpikir Saat Marah? Bisa Jadi Ini Emotional Flooding, Emotional flooding terjadi saat otak sulit mengatur emosi, Berbeda dari marah atau sedih biasa, Peran otak dalam kondisi ini, Setiap orang bisa mengalami dengan cara berbeda, Cara menenangkan diri saat emotional flooding, Penting mengenali tanda sejak awal

Pernah merasa tiba-tiba tidak bisa berpikir jernih saat sedang marah atau tertekan. Tubuh terasa tegang, napas menjadi cepat, dan sulit merespons dengan tenang.

Kondisi ini dikenal sebagai emotional flooding, yaitu saat emosi mengambil alih tubuh dan pikiran.

Fenomena ini kini banyak dibahas di media sosial, tetapi sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia psikologi.

Emotional flooding terjadi saat otak sulit mengatur emosi

Melansir Time (10/4/2026), emotional flooding adalah kondisi ketika tubuh mengalami tekanan emosi yang sangat tinggi.

Istilah ini dipopulerkan oleh psikolog John Gottman untuk menggambarkan lonjakan emosi saat konflik.

Dalam kondisi ini, bagian otak yang berfungsi mengatur logika dan kontrol diri tidak bekerja dengan baik.

Terapis keluarga Kati Morton menggambarkan kondisi ini seperti bagian rasional dalam otak “berhenti sejenak.” Akibatnya, tubuh masuk ke respons alami seperti melawan, menghindar, atau diam.

Berbeda dari marah atau sedih biasa

emotional flooding, tekanan emosi, marah, Tiba-tiba Tidak Bisa Berpikir Saat Marah? Bisa Jadi Ini Emotional Flooding, Emotional flooding terjadi saat otak sulit mengatur emosi, Berbeda dari marah atau sedih biasa, Peran otak dalam kondisi ini, Setiap orang bisa mengalami dengan cara berbeda, Cara menenangkan diri saat emotional flooding, Penting mengenali tanda sejak awal

Ilustrasi marah. Emotional flooding membuat seseorang sulit berpikir jernih saat emosi memuncak karena otak dan tubuh bereaksi seperti menghadapi bahaya.

Emotional flooding tidak sama dengan sekadar marah atau sedih.

Saat emosi masih normal, seseorang masih bisa berpikir dan mengendalikan diri. Namun saat flooding terjadi, kemampuan tersebut menurun.

Peneliti saraf Mia Soviero menjelaskan bahwa kondisi ini juga melibatkan reaksi fisik.

“Tubuh bereaksi seolah sedang menghadapi bahaya nyata,” ujarnya.

Detak jantung meningkat, napas menjadi lebih pendek, dan pikiran sulit fokus.

Peran otak dalam kondisi ini

Saat emotional flooding terjadi, bagian otak yang mendeteksi ancaman menjadi sangat aktif. Pada saat yang sama, bagian otak yang membantu berpikir jernih justru melemah.

Psikolog klinis Krista Jordan menyebut kondisi ini membuat seseorang sulit menggunakan logika.

Akibatnya, cara berpikir menjadi lebih sempit dan sulit melihat situasi dengan jelas.

Setiap orang bisa mengalami dengan cara berbeda

Tidak semua orang mengalami emotional flooding dengan cara yang sama. Pengalaman hidup, stres, dan kondisi kesehatan mental bisa memengaruhi respons seseorang.

Psikolog Dena DiNardo menjelaskan bahwa dua orang bisa bereaksi berbeda dalam situasi yang sama.

Kurang tidur dan stres juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kondisi ini.

Psikiater Dr. Alex Dimitriu menambahkan bahwa kondisi tubuh sangat memengaruhi reaksi emosi.

Cara menenangkan diri saat emotional flooding

Saat kondisi ini terjadi, berpikir logis biasanya tidak efektif. Langkah utama yang bisa dilakukan adalah menenangkan tubuh terlebih dahulu.

Salah satu cara yang disarankan adalah mengatur napas secara perlahan dan teratur. Air dingin juga dapat membantu menurunkan respons stres dalam tubuh.

Memberi waktu untuk menenangkan diri sebelum kembali berbicara juga penting.

Penting mengenali tanda sejak awal

Mengelola emotional flooding tidak hanya dilakukan saat kondisi terjadi. Lebih penting untuk mengenali tanda-tandanya saat tubuh masih dalam keadaan tenang.

Dengan memahami pemicunya, seseorang bisa lebih siap menghadapi situasi serupa di kemudian hari.

Menjaga pola tidur, mengurangi stres, dan memenuhi kebutuhan tubuh juga dapat membantu. Jika kondisi sering terjadi, bantuan profesional seperti terapi dapat menjadi pilihan.

Emotional flooding adalah kondisi saat emosi dan tubuh bereaksi sangat kuat hingga sulit berpikir jernih.

Kondisi ini melibatkan reaksi fisik, bukan hanya perasaan semata.

Memahami tanda dan cara mengatasinya dapat membantu menjaga emosi tetap stabil dalam situasi sulit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang