Gianluigi Donnarumma Tegaskan Pemain Timnas Italia Tak Pernah Minta Bonus

Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina, Gianluigi Donnarumma, bonus, Piala Dunia, Gianluigi Donnarumma Tegaskan Pemain Timnas Italia Tak Pernah Minta Bonus

Penjaga gawang utama Manchester City, Gianluigi Donnarumma, akhirnya memecah keheningan terkait salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola Italia.

Kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026 usai menelan kekalahan pahit dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off telah meninggalkan luka mendalam bagi publik Negeri Pizza.

Selain rasa kecewa karena absen di turnamen paling bergengsi sejagat tersebut, skuad Gli Azzurri juga harus menghadapi terpaan isu miring terkait integritas para pemain di luar lapangan.

Sebagai sosok yang memegang ban kapten selama laga penentuan tersebut, Gianluigi Donnarumma memberikan klarifikasi tegas mengenai laporan yang menyebutkan adanya tuntutan bonus dari pihak pemain.

Dalam wawancara emosional dengan Sky Sport, ia mengungkapkan betapa isu tersebut telah mencoreng reputasi tim di tengah masa-masa sulit pasca-kekalahan di Zenica.

Ia merasa perlu meluruskan simpang siur informasi tersebut demi menjaga nama baik rekan-rekan setimnya.

Donnarumma tidak menutupi rasa sakit hatinya terhadap rumor yang beredar di media.

Ia menegaskan bahwa fokus utama para pemain selama kualifikasi hanyalah membawa negara mereka kembali ke panggung dunia, bukan persoalan finansial.

Baginya, tuduhan tersebut sangat tidak berdasar dan muncul di waktu yang sangat tidak tepat.

“Yang paling menyakitkan saya adalah apa yang terungkap,” katanya dikutip dari Football Italia.

“Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta sepeser pun uang dari tim nasional Italia. Yang terjadi di tim nasional, seperti biasa di setiap kompetisi, adalah hadiah diberikan kepada pemain jika mereka mencapai target."

"Hanya itu saja, dan tidak ada yang meminta apa pun kepada federasi. Hadiah kami adalah pergi ke Piala Dunia. Sayangnya itu tidak terjadi.”

Ia juga menambahkan betapa komentar negatif publik memperburuk situasi.

“Saya lebih sakit hati oleh komentar dan kata-kata yang keluar daripada hal lainnya,” tambahnya.

Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina, Gianluigi Donnarumma, bonus, Piala Dunia, Gianluigi Donnarumma Tegaskan Pemain Timnas Italia Tak Pernah Minta Bonus

Pelatih kepala timnas Italia Gennaro Gattuso dan kepala delegasi timnas Italia Gianluigi Buffon menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan kualifikasi Grup I Piala Dunia FIFA 2026 antara Italia dan Israel, di Stadion Bluenergy di Udine, Italia timur laut, pada 14 Oktober 2025.

Penghormatan untuk Sosok yang Mengundurkan Diri

Selain isu bonus, kegagalan ini juga memicu gelombang pengunduran diri dari posisi-posisi penting di federasi dan tim kepelatihan.

Gianluigi Donnarumma memberikan penghormatan khusus kepada Gabriele Gravina, Gennaro Gattuso, dan Gianluigi Buffon yang memilih meletakkan jabatan mereka sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan tim nasional.

“Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan Gigi, dengan Gattuso, dengan Gravina,” ungkapnya.

“Kami merasa sangat menyesal terutama untuk mereka, wajar jika Anda merasa sedikit bertanggung jawab atas semua yang terjadi sekarang, dan itu menyakitkan."

"Tetapi saya ingin berterima kasih kepada manajer, presiden, dan Gigi, karena mereka telah memberikan kontribusi penting.”

Kepergian ketiga tokoh sentral ini disebut Donnarumma menambah beban emosional bagi skuad yang sedang mencoba bangkit.

Menatap Masa Depan Gli Azzurri

Meskipun duka menyelimuti sepak bola nasional, sang penjaga gawang tetap mengajak semua pihak untuk tidak melupakan prestasi yang pernah diraih, seperti kesuksesan di tahun 2021.

Ia optimistis identitas sepak bola negaranya akan tetap kuat dan proses pembangunan kembali tim akan segera dimulai untuk menghadapi ajang Nations League dan kompetisi internasional mendatang.

“Dalam beberapa tahun ini, di luar kekecewaan, kita telah mencapai hal-hal penting. Tidak semuanya harus dibuang begitu saja,” katanya.

Ia pun menyuarakan pesan harapan bagi para pendukung setianya.

“Ini sulit, tetapi kita harus terus maju dengan kekuatan dan kesadaran bahwa Italia akan kembali kuat, akan kembali hebat.”

Menutup pernyataannya, ia mengakui bahwa hari-hari awal setelah dipastikan gagal lolos adalah masa yang sangat melelahkan secara mental.

Namun, ia berkomitmen untuk segera bereaksi demi kejayaan tim nasional.

“Dua hari pertama sangat sulit dan melelahkan. Ini menyakitkan, sungguh menyakitkan,” jelas Donnarumma.

hari pertama saya kesulitan untuk memprosesnya. Tetapi kenyataannya adalah Anda harus memulai kembali, bergerak maju, bereaksi,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang