Masuk Skuad Garuda, Cahya Supriadi Tak Ingin Sia-siakan Kesempatan

Keputusan pelatih John Herdman menetapkan 24 pemain untuk FIFA Series 2026 bukan sekadar mengumpulkan daftar personel Timnas Indonesia.
Di dalamnya, tersimpan arah baru Timnas Indonesia dengan memadukan pengalaman dan energi muda dalam satu langkah awal menuju panggung internasional.
Bergabungnya Dony Tri Pamungkas dan Cahya Supriadi mewakili generasi muda yang mendapat kesempatan untuk bergabung dengan timnas senior.
Dony Tri Pamungkas, yang tampil konsisten bersama Persija Jakarta, perlahan menjelma menjadi pilihan utama di sektor bek kiri.
Performa stabilnya membuat Dony mampu bersaing bahkan dengan pemain yang lebih berpengalaman.
Sementara itu, Cahya Supriadi hadir sebagai penjaga gawang timnas senior setelah lebih banyak berkiprah di level kelompok usia bersama tim nasional.
Momen Spesial Cahya Supriadi
Bagi penjaga gawang PSIM Yogyakarta tersebut, kesempatan ini bukan hanya soal tampil, tetapi juga proses belajar.
Ia menyadari bahwa berada satu tim dengan penjaga gawang senior menjadi peluang berharga untuk berkembang.
"Alhamdulillah sangat bangga atas pemanggilan pertama kali ke timnas senior. Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performa pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih terus perlu diperbaiki," tutur Cahya Supriadi.
Ia juga menegaskan tekadnya untuk memaksimalkan kesempatan ini untuk menambah ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin.
Apalagi, ia akan berlatih bersama Emil Audero dan Maarten Paes di mana dirinya tidak hanya dituntut siap secara teknis, tetapi juga mental.
"Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di Timnas," imbuhnya.
Penjaga gawang Timnas U23 Indonesia Cahya Supriadi jelang laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U23 2026 melawan Korea Selatan yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025) malam.
Dukungan Penuh dari Klub
Sementara itu manajeman klub, menyambut positif pemanggilan Cahya Supriadi bergabung timnas Indonesia. Karena sebagai langkah penting dalam perkembangan karier pemain mudanya.
Untuk itu manajer PSIM, Razzi Taruna menegaskan bahwa klub memberikan dukungan penuh selama masa pemusatan latihan.
"Mewakili klub, tentu kami sangat senang mendengar Cahya masuk ke dalam skuad final Timnas Senior. Harapan kami, pemanggilan ini menjadi momen bagi Cahya untuk banyak belajar dari para pemain senior di sana," ujar manajer yang biasa disapa Razzi itu.
Ia juga memastikan bahwa absennya mantan penjaga gawang Persija Jakarta itu dari latihan klub bukan menjadi kendala, mengingat agenda tersebut bertepatan dengan kalender resmi FIFA.
Saat ini kedua pemain muda tersebut sudah bergabung dan latihan bersama dengan timnas Indonesia untuk persiapan untuk FIFA Series 2026.
Indonesia akan menjalani dua laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Menghadapi timnas St Kitts and Nevis pada laga pembuka, Jumat (27/3/2026) malam.
Pada laga kedua, skuad Garuda akan melawan timnas Bulgaria atau Kepulauan Solomon, Senin (30/3/2026) sore.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang