Sekjen PBB Resah Perjanjian Senjata Nuklir Rusia-AS Berakhir: Masa Kelam Perdamaian Dunia

Sekjen PBB  António Guterres
Sekjen PBB António Guterres

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyebut berakhirnya perjanjian terakhir antara Amerika Serikat dan Rusia tentang pengendalian senjata nuklir sebagai "masa kelam" bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis Lebih Lanjut (New START) tidak berlaku lagi mulai 4 Februari dan menandai berakhirnya pembatasan terhadap kedua negara nuklir terbesar itu selama 15 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berakhirnya Traktat New START tengah malam ini merupakan masa yang kelam bagi perdamaian dan keamanan internasional," kata Guterres dalam pernyataannya, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."

Menurut Guterres, pengendalian senjata nuklir kedua negara telah menjaga stabilitas yang mencegah bencana nuklir dan mengurangi risiko salah perhitungan yang fatal.

Dari Perundingan Pembatasan Senjata Strategis (SALT) hingga New START, perjanjian bilateral kedua negara telah memangkas ribuan senjata nuklir dan memperkuat keamanan global, katanya.

“Pembubaran capaian selama puluhan tahun ini tidak bisa terjadi pada waktu yang lebih buruk,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa “risiko penggunaan senjata nuklir saat ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade.”

Guterres juga menegaskan bahwa "risiko penggunaan senjata nuklir saat ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade."

Ia memperingatkan tidak adanya batasan strategis yang terverifikasi akan memicu kekhawatiran tentang keamanan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi.

Meski demikian, Guterres menilai situasi tersebut juga bisa menjadi peluang untuk menyetel ulang upaya pengendalian senjata global.

"Dunia kini menantikan Federasi Rusia dan Amerika Serikat untuk melaksanakan apa yang mereka ucapkan," katanya, seraya mendesak kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyerukan adanya kesepakatan pengganti yang "memulihkan batasan yang bisa diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan kolektif."

New START ditandatangani oleh AS dan Rusia pada 8 April 2010 di Praha dan berlaku sejak 5 Februari 2011. Perjanjian itu menggantikan START I yang berakhir pada 2009 dan Strategic Offensive Reductions Treaty (SORT) 2002, menurut Arms Control Association yang berbasis di Amerika Serikat.