Jadwal Libur Sekolah Lebaran dan Nyepi 2026, Kapan Siswa Masuk Kembali?

Jadwal Libur Sekolah Lebaran dan Nyepi 2026, Kapan Siswa Masuk Kembali?

Masa libur panjang sekolah dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan segera berakhir. Para siswa di seluruh Indonesia dijadwalkan akan segera kembali ke bangku sekolah setelah menikmati masa libur selama kurang lebih dua pekan.

Merujuk pada Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 H/2026, periode libur panjang ini telah dimulai sejak 18 Maret 2026.

Ketentuan ini juga selaras dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, yang menetapkan periode libur dan cuti bersama Nyepi serta Idul Fitri jatuh pada rentang 18 hingga 24 Maret 2026.

Lantas, kapan tepatnya siswa mulai masuk sekolah kembali setelah libur panjang ini?

Jadwal Lengkap Libur Sekolah Maret 2026

Berdasarkan kalender pendidikan dan koordinasi aturan pemerintah, berikut adalah rincian tanggal merah dan libur sekolah sepanjang Maret 2026:

  • Sabtu-Minggu, 14-15 Maret 2026: Libur akhir pekan.
  • Senin-Selasa, 16-17 Maret 2026: Libur Idul Fitri 2026.
  • Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
  • Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.
  • Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan libur akhir pekan.
  • Senin-Selasa, 23-24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.
  • Rabu-Jumat, 25-27 Maret 2026: Libur Idul Fitri 2026.
  • Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026: Libur akhir pekan.

Berdasarkan jadwal tersebut, jadwal masuk sekolah setelah libur Lebaran dan Nyepi 2026 adalah Senin, 30 Maret 2026.

Rekomendasi Kegiatan Positif bagi Siswa

Selama masa liburan, pemerintah melalui SEB 3 Menteri juga memberikan panduan bagi orang tua untuk mendampingi putra-putrinya. Tujuannya agar waktu luang tetap produktif dan edukatif.

Beberapa rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menumbuhkan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat"

Orang tua didorong untuk mengajak anak melakukan aktivitas yang membangun karakter, seperti membaca buku, menjalankan ibadah dan kajian agama, melatih kreativitas melalui permainan, serta berolahraga atau berkegiatan seni budaya.

2. Kebijakan Penggunaan Gawai (Gadget)

Di era digital, orang tua diharapkan memberikan batasan waktu layar (screen time) yang jelas.

"Dampingi anak saat mengakses internet dan media sosial, serta arahkan mereka untuk mengakses konten-konten yang bermanfaat," tulis petikan rekomendasi dalam aturan tersebut.

3. Fasilitasi Kegiatan Sosial

Siswa disarankan untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan yang positif, mulai dari bakti sosial, kegiatan keagamaan di lingkungan rumah, hingga menjaga tali silaturahmi dengan berkunjung ke rumah kerabat atau teman.

4. Perlindungan Anak

Pemerintah menekankan pentingnya melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun kekerasan berbasis gender. Orang tua juga diminta waspada terhadap praktik pernikahan dini dan memastikan anak tidak terlibat dalam pekerjaan yang dapat mengganggu hak mereka untuk belajar, bermain, dan beristirahat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang