Libur Lebaran 2026 dan Nyepi, Kota Batu Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan

Kota Batu, wisata, Libur Lebaran 2026 dan Nyepi, Kota Batu Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menargetkan sekitar 1 juta kunjungan wisatawan selama periode libur panjang Lebaran Idul Fitri 2026 yang berbarengan dengan Hari Raya Nyepi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan target tersebut berkaca pada tren kunjungan tahun sebelumnya serta potensi lonjakan wisatawan akibat pergeseran tujuan liburan.

“Terkait dengan Libur Lebaran pada tahun 2026, kami Pemkot Batu bersama Forkopimda, telah beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas persiapan libur panjang. Targetnya sekitar satu juta kunjungan dalam satu bulan,” ujar Onny, Rabu (18/3/2026).

Lonjakan kendaraan menjadi salah satu fokus utama Pemkot bersama Forkopimda Batu dalam menyambut wisatawan di momen libur panjang Idul Fitri dan Nyepi 2026.

“Pertama terkait dengan jumlah kendaraan yang masuk, bagaimana melakukan rekayasa, bahkan sampai penataan infrastruktur menuju Kota Batu. Untuk infrastruktur dan sebagainya sudah dinyatakan lengkap, dan layak,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan monitoring ke sejumlah destinasi wisata dan tempat akomodasi untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung.

“Beberapa kali kami juga sudah melakukan monitoring ke beberapa destinasi wisata maupun tempat akomodasi. Jadi insyaallah mereka sudah siap menerima jumlah kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Onny menambahkan, momentum libur Lebaran tahun ini dinilai berbeda karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang berpotensi mengalihkan arus wisatawan dari Bali ke sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Batu.

“Sehingga kemungkinan besar wisatawan yang sebelumnya merencakan liburan ke Bali bisa bergeser ke sekitar Jatim, termasuk Kota Batu. Semoga nanti bisa lebih banyak lagi kunjungannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata juga terus melakukan pengecekan terhadap kesiapan wahana wisata, khususnya wahana buatan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Salah satu yang menjadi fokus pemeriksaan diantaranya kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta kelayakan masing-masing wahana itu sendiri.

Pengawasan itu sendiri juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, terutama terkait sertifikasi kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Terkait hasilnya masih belum kita ketahui, karena masih berjalan, sementara masih belum ada. Karena ramadhan ini di masing masing destinasi wisata sedang melakukan maintanen atau persiapan libur lebaran,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa catatan minor yang perlu dibenahi oleh pengelola wisata.

“Kalau temuan-temuan yang masih minor, ya hanya penyediaan tempat sampah, papan pentujuk dan perbaikan toilet,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang