Sering Disalahartikan, Ini Makna Minal Aidin Wal Faizin

minal aidin wal faizin, Idul Fitri, Sering Disalahartikan, Ini Makna Minal Aidin Wal Faizin

Di momen hari raya Idul Fitri, kalimat “minal aidin wal faizin” kerap terdengar dan dianggap sebagai ucapan selamat Lebaran yang tepat.

Seringnya, kalimat ini diikuti pula dengan frasa “mohon maaf lahir dan batin”.

Kalimat "minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin" akhirnya marak digunakan di berbagai ucapan resmi, kartu ucapan hampers, bahkan di ucapan langsung antar anggota keluarga.

Lantas, apa arti dari minal aidin wal faizin? Benarkah artinya mohon maaf lahir dan batin?

Arti minal aidin wal faizin

Dilansir dari , Guru Besar Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Syamsul Bakri menjelaskan, minal aidin wal faizin adalah penggalan dari sebuah doa, yakni ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faizin yang artinya, "Semoga Allah menjadikan kita kembali ke fitrah dan orang yang memperolah kemenangan."

“Ja’alanallaahu dihilangkan dan jadinya minal aidin wal faizin, maksudnya semoga kita termasuk orang yang kembali ke fitrah. Aidin itu kembali, faizin itu kemenangan,” katanya, Jumat (29/4/2022).

Di Indonesia, warga banyak yang mengartikan "minal aidin wal faizin" sebagai permohonan maaf lahir dan batin.

Padahal menurut Syamsul, dua kalimat tersebut hanya kalimat yang terbiasa disandingkan dan sebenarnya tidak memiliki hubungan.

“Sebenarnya itu tidak ada hubungan. Itu kalimat sambungan sebenarnya, tapi orang memaknai itu (mohon maaf lahir dan batin) sebagai artinya,” terang dia.

Ucapan selamat Idul Fitri yang benar

Menurut Syamsul, umat Islam dunia lebih sering menggunakan ungkapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim” yang artinya “Semoga Allah menerima ibadah kami dan ibadah kamu semua.”

Doa tersebut juga merupakan ungkapan Idul Fitri yang telah ada sejak era Nabi Muhammad SAW.

“Jadi doa atau ucapan Idul Fitri itu dulu aslinya pas era Nabi itu Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim,” ujar Syamsul.

Kemudian, ungkapan tersebut ditambah dengan "kullu ‘ammin wa antum bi khair" yang berarti, “Semoga setiap tahun dalam kondisi baik”.

Baru lah di Indonesia berkembang doa ja’alanallaahu minal aidin wal faizin atau yang lebih familiar penggalannya yakni minal aidin wal faizin.

"Tapi lama-lama kok diartikan minal aidin wa faizin lalu mohon maaf lahir batin. Tidak tahu kenapa tiba-tiba begitu. Itu kalimat sambungan dan bukan artinya," jelas Syamsul menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang