Deteksi Dini Kanker Serviks Tanpa Cemas dengan Metode Tes HPV Self-Collection

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia.
Umumnya disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), virus infeksi menular seksual yang dapat menginfeksi lapisan kulit dan mukosa tubuh, termasuk area genital, dan terdiri dari berbagai tipe.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, bahwa 13 jenis HPV diketahui sebagai penyebab kanker serviks.
Spesialis onkologi ginekologi University of Utah Health, Sabrina Bedell, MD mengatakan, pada dasarnya kanker serviks sangat dapat dicegah, karena proses dari infeksi HPV sampai benar-benar berkembang menjadi kanker membutuhkan waktu sekitar 10 tahun.
“Ini memberi kita banyak waktu untuk mendeteksi infeksi HPV atau melihat adanya perubahan awal pada sel, yang dapat diobati sebelum menjadi kanker,” ujar Bedell dikutip dari laman Health University of Utah.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan HPV-DNA menjadi langkah penting,karena memiliki sensitivitas tinggi dalam mengidentifikasi infeksi HPV risiko tinggi, bahkan sebelum muncul gejala.
Deteksi Dini Bantu Menurunkan Risiko Kanker Serviks
Deteksi dini yang dilakukan secara rutin dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya kanker serviks secara signifikan.
Masalahnya, meski deteksi dini sangat krusial, hambatan psikologis seperti rasa malu, cemas, hingga keterbatasan waktu sering kali membuat banyak perempuan enggan melakukan pemeriksaan konvensional di fasilitas kesehatan.
Menjawab tantangan tersebut, hadir inovasi terbaru bernama My HPV-Test. Ini merupakan metode pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi dengan sistem self-collection atau pengambilan sampel secara mandiri (self-collection), menggunakan swab khusus untuk area vagina tanpa perlu prosedur pengambilan sampel serviks oleh tenaga kesehatan.
Tes HPV mandiri dengan sistem self collection ini juga telah disetujui FDA sebagai pilihan tes skrining.
Dengan skrining menggunakan My HPV-Test, perempuan dapat mengambil sampel sendiri menggunakan swab khusus dari area vagina.
Metode ini bersifat non-invasif, sehingga tidak memerlukan prosedur pengambilan sampel serviks oleh tenaga kesehatan, yang terkadang dianggap menakutkan bagi sebagian orang.
Menghapus hambatan psikologis dan budaya
Salah satu keunggulan utama dari metode mandiri ini adalah efektivitasnya dalam mengurangi hambatan budaya. Pasien dapat melakukan pengambilan sampel di lingkungan yang mereka anggap paling aman, seperti di rumah sendiri.
Secara medis, metode self-collection ini telah terbukti memiliki tingkat akurasi dan sensitivitas yang sebanding dengan pengambilan sampel yang dilakukan oleh tenaga medis profesional, asalkan prosedur dilakukan sesuai petunjuk yang tersedia.
Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menekankan kemudahan akses yang ditawarkan oleh inovasi ini, agar deteksi dini HPV dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan praktis.
“My HPV-Test dirancang agar perempuan dapat melakukan deteksi dini HPV dengan lebih nyaman dan praktis dari rumah,” ujar Indriyanti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Prosedur tes HPV praktis tanpa harus ke klinik
Ilustrasi HPV Test self-collection
Layanan ini mengintegrasikan teknologi digital dan logistik untuk memudahkan pasien. Prosesnya dimulai dari pemesanan melalui aplikasi hingga pengiriman hasil secara digital.“Pasien dapat memesan layanan ini melalui aplikasi U by Prodia atau menghubungi layanan Prodia, kemudian kit pemeriksaan akan dikirimkan langsung ke rumah,” jelasnya.
Setelah kit sampai, pasien hanya perlu mengikuti instruksi pengambilan sampel yang telah disediakan dalam paket tersebut. Keunggulan lainnya adalah pasien tidak perlu repot mengantar sampel kembali ke laboratorium.
“Setelah melakukan pengambilan sampel secara mandiri dengan mengikuti petunjuk yang tersedia, sampel akan dijemput oleh kurir dari cabang Prodia terdekat, sehingga pasien tidak perlu datang ke klinik,” lanjut Indriyanti.
Sampel kemudian dianalisis di laboratorium Prodia, dan nantinya hasil pemeriksaan dapat diakses secara digital oleh pasien.
Pemeriksaan My HPV-Test ini sangat direkomendasikan bagi perempuan usia 30 hingga 65 tahun yang aktif secara seksual, terutama bagi mereka yang selama ini jarang atau belum pernah menjalani deteksi dini kanker serviks.
“Melalui langkah preventif ini, diharapkan kesadaran kesehatan reproduksi dapat meningkat. Prodia berkomitmen mendukung masyarakat, khususnya perempuan, dalam menjaga kesehatan secara optimal serta mencegah risiko penyakit serius sejak dini,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang