Seberapa Efektif Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks

Ilustrasi kanker serviks.
Ilustrasi kanker serviks.

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di dunia dan menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Berdasarkan data Globocan 2018, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks tertinggi ketiga di dunia.

Sementara itu, di Indonesia kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Bahkan, rata-rata satu perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks setiap jamnya. Tingginya angka kematian ini salah satunya disebabkan karena sekitar 50 persen pasien baru memeriksakan diri saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara nasional, cakupan skrining baru mencapai sekitar 7 persen. Beragam factor menjadi penyebabnya mulai dari minimnya pengetahuan, stigma negative yang melekat hingga keterbatasan tenaga Kesehatan dan akses.

Penyebab dan Pencegahan Kanker Serviks

Kanker serviks diketahui disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18. HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70 persen kasus kanker serviks di dunia.

Berbeda dengan kanker pada umumnya, kanker serviks diketahui dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. Efektivitas vaksin HPV sangat tinggi dalam mencegah infeksi HPV jenis 16 dan 18 yang menjadi penyebab terbanyak pada kasus kanker serviks. 

Selain itu, vaksin HPV juga dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker lain yang terkait dengan HPV, seperti kanker vulva, vagina, anus, dan orofaringeal.

Vaksinasi HPV harus diberikan sebelum seseorang mulai aktif secara seksual. Sebab vaksin ini lebih efektif dalam mencegah infeksi HPV pada individu yang belum terinfeksi. Namun, vaksin HPV juga dapat diberikan pada individu yang sudah aktif secara seksual. 

Terkait dengan dosis vaksin HPV, untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 9-115 tahn dapat diberikan vaksin HPV dalam 2 dosis dalam interval 6-12 bulan. Sementara untuk individu perempuan dan laki-laki berusia 16-45 tahun dapat diberikan vaksin HPV dalam 3 dosis dalam interval 0, 1-2 dan 6 bulan.

Berkaitan dengan vaksin HPV, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menegaskan kembali komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui inovasi dan pengembangan vaksin, khususnya vaksin Human Papillomavirus (HPV). 

Sebagai perusahaan biofarmasi yang berfokus pada produk kesehatan berkualitas tinggi, pihaknya terus menghadirkan solusi strategis untuk pencegahan kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan di Indonesia. 

"Kami terus berkomitmen menghadirkan inovasi vaksin yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Melalui pengembangan vaksin HPV, produksi lokal PCV-13, serta kehadiran vaksin meningitis yang kini telah resmi kami luncurkan, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan kualitas hidup Masyarakat," kata Director of Vaccine and Anti Infectious Business Unit Etana, Indra Lamora. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi sekaligus mendukung kemandirian vaksin nasional. Podusen vaksin ini diketahui telah memproduksi vaksin PCV-13 dalam negeri untuk pencegahan pneumonia pada anak. Vaksin ini kini menjadi bagian dari program imunisasi nasional pemerintah Indonesia, sebagai langkah konkret menekan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia pada anak. 

Pihaknya juga telah memperluas portofolio vaksinnya dengan menghadirkan vaksin meningitis. Vaksin ini diproduksi untuk mendukung kebutuhan imunisasi masyarakat luas, termasuk kelompok berisiko serta mendukung kelancaran ibadah bagi jemaah haji maupun umrah.