Alasan John Herdman Panggil Jordi Amat sebagai Gelandang untuk FIFA Series 2026
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membuat kejutan dalam pemanggilan pemain untuk seleksi besar-besaran menjelang akhir Maret ini.
Salah satu sorotan utama tertuju pada bek senior Persija Jakarta, Jordi Amat, yang kali ini diproyeksikan untuk mengisi peran baru di lini tengah Skuad Garuda.
Keputusan ini menjadi bagian dari strategi eksperimental yang diusung oleh John Herdman.
Jordi Amat masuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil untuk memperebutkan 23 slot final dalam skuad yang akan berlaga di ajang FIFA Series 2026.
Turnamen yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini menjadi panggung perdana bagi Herdman sejak ditunjuk menahkodai Indonesia pada Januari lalu.
Perubahan peran Jordi Amat dari bek tengah menjadi gelandang sebenarnya bukan hal baru bagi pemain berusia 33 tahun tersebut.
Di level klub, tepatnya di bawah asuhan Mauricio Souza di Persija, mantan pemain Swansea City ini kerap dipercaya menjaga kedalaman lini tengah selama kompetisi Super League 2025-2026.
Kemampuan distribusi bola dan visi bermain Jordi di sektor tengah rupanya menarik perhatian John Herdman.
Transformasi ini diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam skema permainan Timnas Indonesia.
Jordi sendiri mengaku telah menjalin komunikasi intens dengan sang pelatih mengenai peran barunya tersebut.
"Saya sudah berbicara dengan pelatih juga. Dia juga suka bagaimana saya bermain di tengah. Jadi kita lihat apa yang dia inginkan," ungkap Jordi Amat saat ditemui di Jakarta International Stadium (JIS).
Harapan untuk "Gerbong" Persija Jakarta
Selain masalah posisi, Jordi juga menyoroti banyaknya pemain Macan Kemayoran yang dipanggil ke tim nasional.
Pemain timnas Indonesia Egy Maulana Vikri, Beckham Putra dan Jordi Amat selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.
Selain dirinya, terdapat nama-nama seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga pemain naturalisasi Mauro Zijlstra.
Ia berharap rekan-rekan setimnya bisa membuktikan kualitas agar terpilih dalam penyaringan 23 pemain final.
"Saya selalu bilang ini adalah kehormatan besar mendapatkan panggilan dari tim nasional. Juga rekan-rekan saya. Ini momen yang sangat membanggakan untuk Persija juga. Kami membawa banyak pemain ke tim nasional," ujar pemain yang telah mengantongi 19 caps tersebut.
"Jadi ini sangat bagus dan saya berharap kami bisa masuk daftar akhir. Lalu kami bisa menikmati FIFA Series," tuturnya menambahkan.
Persiapan Hadapi Saint Kitss-Nevis dan Lawan Tangguh
Ajang FIFA Series 2026 menggunakan sistem gugur yang melibatkan empat negara dari konfederasi berbeda. Indonesia dijadwalkan bersua Saint Kitss-Nevis pada laga semifinal, 27 Maret 2026.
Jika berhasil memetik kemenangan, Indonesia akan melaju ke partai puncak pada 30 Maret untuk menantang pemenang antara tim kuat Eropa, Bulgaria, atau wakil Oseania, Kepulauan Solomon.
Jordi menegaskan kesiapannya untuk ditempatkan di posisi mana pun sesuai instruksi pelatih demi kesuksesan tim nasional di hadapan publik sendiri.
"Saya selalu siap membantu sebagai bek tengah, sebagai gelandang. Itu bukan masalah bagi saya. Jadi saya menantikan dua minggu ke depan," kata Jordi Amat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang