Keluhkan Lapangan JIS, Jordi Amat Harap Persija Bisa Kembali ke GBK
Pemain Persija Jakarta, Jordi Amat, mengeluhkan kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) dan berharap bisa kembali bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Persija Jakarta kembali mendapatkan hasil kurang maksimal saat tampil di kandangnya ketika menjamu Dewa United pada laga tunda pekan-25 Super League 2025-2026.
Duel Persija Jakarta vs Dewa United yang bergulir di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (15/3/2026), itu berakhir dengan skor imbang 1-1.
Macan Kemayoran mencatatkan gol lebih dulu melalui tandukan Maxwell Souza di pengujung babak pertama sebelum disamakan oleh Alexis Messidoro di babak kedua.
Persija sejatinya berpeluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, penalti Maxwell Souza jelang waktu normal berakhir gagal dituntaskan menjadi gol.
Hasil ini semakin menyulitkan Persija dalam misinya mengejar gelar juara Super League musim ini.
Pasalnya, Macan Kemayoran telah kehilangan empat poin karena ini merupakan hasil imbang kedua secara beruntun setelah sebelumnya juga ditahan Borneo FC 2-2.
Jordi Amat tak menampik bahwa raihan ini membuat suasana tim menjadi panas. Sebab, dengan kehilangan empat poin membuat posisi Persija masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara, selisih enam poin dengan Persib Bandung yang menempati puncak.
"Tentu saja kami sangat marah. Ini bukan hasil yang kami inginkan dan kami mengharapkan pertandingan yang lebih baik," kata pemain 33 tahun saat ditemui di mixed zone selepas pertandingan.
Pesepak bola Persija Jakarta Emaxwell Souza de Lima melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Dewa United Banten FC pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (15/3/2026). Persija Jakarta bermain imbang 1-1 atas Dewa United Banten FC. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wpa.
Protes Kondisi Lapangan
Dikatakan Jordi, kondisi lapangan menjadi salah satu faktor yang membuat permainan tim asuhan Mauricio Souza tak keluar.
Jordi tak bisa dipungkiri sangat kesal dengan buruknya kondisi lapangan yang membuat laju bola sulit untuk dikendalikan.
"Kondisi lapangan sama sekali tak menolong kami. Sangat sulit bermain di sini (JIS). Terkadang lajunya (bola) kencang, terkadang sangat lambat. Bola sulit untuk lurus," ujar Jordi.
Kembali ke SUGBK
Ke depannya, eks penggawa Swansea City itu pun berharap Macan Kemayoran bisa kembali merumput di SUGBK.
"Kami berlatih di Stadion Madya. Lapangan di sana lebih bagus. Mereka juga mengatakan lapangan di SUGBK sangat bagus," ucap Jordi.
"Saya tak tahu mengapa kami akhirnya bermain di sini (JIS). Saya rasa justru (lapangan) di sini tak mendukung kami," jelas dia.
Dengan sisa 9 pertandingan, Jordi pun berharap Persija tak terpeleset lagi sehingga asa untuk juara tetap terjaga hingga akhir musim.
"Saya rasa kami punya peluang besar. Tapi, kami melewatkannya lagi. Itulah mengapa saya merasa sangat marah. Termasuk dengan ruang ganti," tutur Jordi.
"Tentu kami sedih, tapi yang bisa kami lakukan adalah bangkit lagi. Kami masih punya sembilan laga dan kami harus memberikan segalanya."
"Makanya saya berharap kami bisa bermain di SUGBK. Akan lebih baik bagi kami kalau bermain di sana," ungkap pemain naturalisasi berdarah Spanyol itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang