Tambah Penerimaan Negara, Purbaya Kejar 10 Perusahaan Pelaku Underinvoicing
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, dalam upaya menambah penerimaan negara, saat ini pihaknya tengah mengejar 10 perusahaan yang diketahui melakukan underinvoicing, atau membayar lebih rendah dari nilai seharusnya dalam hal impor barang.
Menurutnya, praktik underinvoicing ini telah menjadi salah satu sumber kebocoran penerimaan negara. Karenanya, upaya memberantas praktik ilegal tersebut akan dapat turut mendongkrak pendapatan fiskal melalui setoran pajak.
“Sudah kami deteksi perusahaan-perusahaan mana yang melakukan underinvoicing dan jumlahnya. Saya pikir itu akan memperbaiki terus pendapatan kita ke depan,” kata Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui nilai kerugian negara yang ditimbulkan dari praktik underinvoicing 10 perusahaan tersebut. “Masih dihitung lagi,” ujarnya.
Secara umum, Purbaya menyatakan bahwa kinerja penerimaan telah bergerak membaik, dibandingkan kinerja pada tahun lalu. Untuk periode Januari dan Februari, penerimaan pajak mencetak pertumbuhan di level 30 persen.
Khusus pada Februari 2026, penerimaan pajak bersih (netto) mencapai Rp 245,1 triliun, atau tumbuh 30,4 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy).
Pmdia menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak utamanya ditopang oleh kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang tumbuh sebesar 97,4 persen dengan nilai Rp85,9 triliun. Hal itu menurut Menkeu mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi.
Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan juga tumbuh 44 persen. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 meningkat 3,4 persen. Sementara PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tercatat tumbuh 4,4 persen, sedangkan sumber pajak lainnya naik 24,2 persen.
Purbaya berharap, kinerja setoran pajak yang positif semacam itu nantinya akan dapat bertahan, bahkan terus lebih baik ke depannya.
“Jadi, ekonominya betul-betul berputar. Saya harap ke depan membaik terus,” ujarnya.