Rekayasa Lalin Mudik Lebaran 2026 Berlaku 17 Maret, Ini Jadwal Lengkapnya
Pemerintah resmi menetapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menghadapi masa angkutan Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang biasanya terjadi selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Rekayasa lalu lintas tersebut difokuskan terutama pada jalur-jalur utama, khususnya ruas tol Trans Jawa yang setiap tahun menjadi jalur favorit para pemudik.
Tanpa pengaturan yang tepat, peningkatan jumlah kendaraan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di sejumlah titik.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Korlantas Polri.
Dalam kebijakan ini, pemerintah menetapkan beberapa skema pengaturan lalu lintas, mulai dari sistem satu arah (one way), jalur lawan arah (contra flow), hingga pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap.
Pihak berwenang menegaskan bahwa meskipun jadwal penerapan rekayasa lalu lintas telah ditetapkan, pelaksanaannya di lapangan tetap bersifat situasional.
"Pelaksanaan rekayasa lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, seperti volume kendaraan dan kecepatan rata-rata kendaraan di jalur tol," tulis keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram @official.jasamarga, Minggu (15/3/2026).
Kapan sistem one way diterapkan?
Salah satu skema utama yang diterapkan adalah sistem satu arah atau one way. Dalam sistem ini, kendaraan dari arah berlawanan akan ditutup sementara sehingga seluruh jalur digunakan untuk melayani arus kendaraan utama.
1. Arus mudik
Lokasi penerapan berada di KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo. Sistem ini berlaku mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama periode tersebut, seluruh gerbang tol yang mengarah ke Jakarta akan ditutup untuk memberikan prioritas penuh kepada kendaraan yang bergerak menuju arah timur.
2. Arus balik
Untuk arus balik, sistem one way diterapkan dari KM 421 Tol Semarang–Solo hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek. Kebijakan ini berlaku mulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Pada periode ini, gerbang tol yang mengarah ke Semarang akan ditutup guna memperlancar kendaraan yang menuju Jakarta.
Sebelum sistem diberlakukan, petugas akan melakukan proses sterilisasi jalur selama dua jam. Proses yang sama juga dilakukan setelah sistem berakhir untuk mengembalikan kondisi lalu lintas menjadi normal.
Bagaimana penerapan contra flow selama Lebaran?
Selain sistem one way, pemerintah juga menerapkan contra flow atau jalur lawan arah. Skema ini dilakukan dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas jalur kendaraan.
1. Arus mudik
Contra flow diberlakukan di ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 47 hingga KM 70 dengan jadwal sebagai berikut:
- Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
- Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20.00 WIB
- Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.00 hingga 18.00 WIB
2. Arus balik
Pada arus balik, contra flow diterapkan di beberapa ruas jalan, yaitu:
- Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga KM 47 pada 23–29 Maret 2026
- Tol Jagorawi KM 21 hingga KM 8 pada 24 Maret dan 29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB.
Apakah sistem ganjil-genap juga diberlakukan?
Untuk menekan volume kendaraan yang masuk ke jalan tol, pemerintah juga menerapkan sistem pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat atau ganjil-genap.
1. Arus mudik
Sistem ini diberlakukan di ruas KM 47 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang–Batang mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
2. Arus balik
Sementara itu, untuk arus balik kebijakan ganjil-genap berlaku di ruas KM 414 Tol Semarang–Batang hingga KM 47 Tol Jakarta–Cikampek mulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas melalui kanal resmi pemerintah, operator jalan tol, maupun kepolisian.
Dengan perencanaan perjalanan yang baik dan dukungan rekayasa lalu lintas yang tepat, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar serta aman bagi seluruh pengguna jalan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang