Hindari 5 Motif Baju Ini Jika Tak Ingin Terlihat Lebih Tua, Termasuk Motif Bunga

motif, Hindari 5 Motif Baju Ini Jika Tak Ingin Terlihat Lebih Tua, Termasuk Motif Bunga, 1. Motif abstrak dengan bentuk terlalu ramai, 2. Motif ditsy atau bunga kecil yang ramai, 3. Motif geometris yang terlalu kontras, 4. Motif bunga besar bergaya vintage, 5. Motif baroque 

Memilih pakaian tidak hanya soal model atau warna, tetapi juga motif. Dalam dunia fashion, motif memiliki pengaruh besar terhadap kesan visual yang ditampilkan seseorang.

Tahukah kamu kalau motif tertentu dapat membuat penampilan terlihat lebih tua? Hal ini biasanya terjadi karena pola yang terlalu ramai, terlalu kontras, atau memiliki kesan klasik yang kuat.

Stylist sekaligus pendiri Elizabeth Kosich Styling, Elizabeth Kosich menjelaskan, memilih motif yang tepat adalah salah satu kunci untuk menciptakan tampilan yang segar.

“Motif pakaian adalah salah satu elemen paling sulit untuk dipadukan. Kita ingin terlihat mengenakan motif tersebut, bukan justru sebaliknya, seolah motifnya yang ‘memakai’ kita,” kata Kosich, seperti dilansir Best Life, Senin (16/3/2026).

Motif yang terlalu dominan dapat mengalihkan perhatian dari penampilan seseorang. Berikut lima motif pakaian yang menurut stylist bisa membuat penampilan terlihat lebih tua.

5 Motif baju yang bisa bikin tampilan terlihat tua

1. Motif abstrak dengan bentuk terlalu ramai

Motif abstrak biasanya memiliki bentuk melingkar, garis tidak beraturan, serta warna-warna yang mencolok. Pola ini sering ditemukan pada gaun, blus, atau atasan dengan desain modern.

Namun, motif abstrak yang terlalu besar atau terlalu kontras dapat membuat tampilan terlihat berlebihan.

Menurut Kosich, pola abstrak sering kali sulit dipadukan dengan gaya personal seseorang.

“Secara sederhana, estetika yang terlalu modern bisa membuat seseorang yang lebih dewasa terlihat seperti berusaha terlalu keras,” jelas Kosich.

“Motif abstrak biasanya memiliki bentuk, skala, dan warna yang sangat berani sehingga bisa dengan cepat mendominasi dan ‘menenggelamkan’ pemakainya,” tambah dia.

Motif abstrak yang terlalu mencolok dapat membuat pakaian lebih menonjol daripada orang yang memakainya.

Akibatnya, perhatian orang lain justru terfokus pada motif pakaian, bukan pada penampilan secara keseluruhan.

2. Motif ditsy atau bunga kecil yang ramai

Motif ditsy adalah pola bunga kecil-kecil yang tersebar di seluruh kain. Pola ini cukup populer pada gaun musim panas, blus ringan, atau pakaian kasual.

Meski terlihat manis, motif ini tidak selalu cocok untuk semua usia. Kosich menjelaskan, motif bunga kecil sering memberikan kesan terlalu muda atau kekanak-kanakan.

“Motif ini terlihat manis dan polos, yang memberi kesan muda dan girly, sehingga kurang cocok untuk citra orang dewasa,” ungkap dia.

Ia juga menyebutkan, motif tersebut bisa menciptakan kesan yang tidak selaras dengan identitas pribadi seseorang. Pola bunga kecil yang terlalu ramai dapat membuat penampilan terlihat tidak matang atau bahkan ketinggalan gaya.

Sebagai alternatif, stylist menyarankan memilih motif bunga dengan ukuran sedang agar terlihat lebih modern dan elegan.

3. Motif geometris yang terlalu kontras

Motif geometris biasanya terdiri dari bentuk seperti garis, segitiga, atau kotak dengan warna kontras yang kuat.

Pola ini sering digunakan pada pakaian dengan gaya modern atau artistik. Namun, menurut Kosich, motif geometris yang terlalu mencolok dapat membuat penampilan terlihat lebih tua.

“Seiring bertambahnya usia, kontras alami pada penampilan kita cenderung menjadi lebih lembut,” ujarnya.

Motif yang terlalu kuat secara visual bisa menciptakan kontras yang tidak seimbang dengan tampilan wajah atau warna kulit seseorang. Akibatnya, pakaian terlihat lebih dominan daripada pemakainya.

4. Motif bunga besar bergaya vintage

Selain bunga kecil, motif bunga berukuran besar juga dapat memberi efek visual tertentu pada penampilan.

Menurut stylist Yenia Hernández Fonseca dari Margo Paige, motif bunga besar sering kali menciptakan tampilan yang terlalu ramai.

“Motif bunga besar bisa menciptakan efek visual yang penuh sehingga terlihat ketinggalan zaman atau bahkan terkesan terlalu ‘ibu-ibu’,” kata Fonseca.

Ia menjelaskan, pola bunga yang terlalu besar sering memunculkan kesan konservatif atau tradisional.

Dalam bahasa Indonesia, hal tersebut berarti motif bunga besar dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Jika ingin tetap mengenakan motif ini, Fonseca menyarankan memadukannya dengan aksesori modern seperti tas, perhiasan, atau jaket bergaya minimalis.

5. Motif baroque 

Motif baroque dikenal dengan desain yang sangat dekoratif, biasanya berupa ornamen emas, rantai, atau pola klasik yang rumit.

Pola ini sempat populer berkat rumah mode seperti Versace dan Gucci. Namun, motif baroque yang digunakan secara penuh pada pakaian bisa menciptakan kesan terlalu berat. Fonseca menjelaskan bahwa motif ini sering terlihat terlalu dekoratif.

“Motif baroque yang memenuhi seluruh pakaian bisa terasa terlalu rumit dan mendominasi, terutama jika polanya berulang,” ujarnya.

Ia menyarankan untuk memadukan dengan desain yang lebih seimbang, seperti pola asimetris atau polos di salah satu sisi.

“Jika menyukai motif baroque, pilih pola yang asimetris dengan ruang kosong di sekitarnya agar komposisinya terasa lebih ringan,” tambahnya.

Dengan pendekatan tersebut, motif baroque tetap bisa terlihat elegan tanpa membuat penampilan terasa berlebihan.

Memilih motif pakaian yang tepat dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih segar, modern, dan sesuai dengan kepribadian. 

Maka dari itu, penting untuk mempertimbangkan skala, warna, serta kesan visual dari motif sebelum memutuskan mengenakannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang