Persija Diminta Tampil Konsisten di Sisa Musim, Prapanca: Tidak Boleh Terpeleset Lagi!
Manajemen Persija Jakarta menuntut performa yang jauh lebih stabil dari skuad Macan Kemayoran dalam mengarungi sisa jadwal kompetisi Super League 2025-2026.
Hal ini ditegaskan guna menjaga asa tim asal Ibu Kota tersebut untuk tetap bersaing di jalur perebutan juara hingga akhir musim nanti.
Saat ini, Persija Jakarta menduduki peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 51 poin. Mereka terpaut jarak enam angka dari rival abadi mereka, Persib Bandung, yan
g tengah memuncaki klasemen. Dengan hanya menyisakan sepuluh laga final, setiap poin menjadi sangat krusial bagi anak asuh Mauricio Souza.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran tim pelatih dan pemain untuk tidak lagi membuang peluang.
Baginya, konsistensi adalah harga mati jika ingin mengudeta posisi Persib Bandung. Prapanca mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan tim agar fokus tetap terjaga di setiap menit pertandingan.
"Di sisa pertandingan ini kita tidak boleh kepleset sedikit pun. Saya sudah berkali-kali bilang ke direktur olahraga, manajer, pelatih, dan pemain agar tetap fokus menyelesaikan musim ini dengan baik,” kata Prapanca kepada awak media.
Prapanca optimis bahwa jika konsistensi performa bisa dipertahankan, peluang untuk naik ke posisi puncak masih terbuka lebar.
“Kami berharap mudah-mudahan masih punya kesempatan untuk bisa memimpin klasemen sampai akhir musim,” ujar Prapanca menambahkan.
Evaluasi Hasil dan Persiapan Menuju JIS
Di sisi lain, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, memberikan pandangan yang sedikit berbeda terkait aspek permainan.
Pria yang akrab disapa Bepe ini sebenarnya merasa puas dengan skema agresif yang diterapkan tim, baik saat melakoni laga kandang maupun tandang.
“Kalau melihat cara kita bermain, secara pribadi saya cukup puas. Kita punya gaya bermain yang cukup baik dan agresif, baik di kandang maupun di tandang,” kata Bambang Pamungkas.
Persija Jakarta berkolaborasi dengan Se'Indonesia
Namun, Bepe memberikan catatan tebal pada hasil akhir di beberapa pertandingan kandang.
Kehilangan poin saat menjamu tim seperti Arema FC, Malut United, dan Bali United dinilai sebagai kerugian besar yang seharusnya tidak terjadi.
“Kalau dari orientasi hasil, memang ada hal-hal yang harus kita maksimalkan. Termasuk kita drop poin di beberapa pertandingan yang seharusnya bisa kita menangkan,” ujarnya.
Menatap 30 Poin yang Tersisa
Mantan kapten timnas Indonesia tersebut mengingatkan bahwa masih ada 30 poin yang bisa diperebutkan dari sepuluh pertandingan terakhir.
Oleh karena itu, konsentrasi penuh diperlukan sejak laga terdekat saat Rizky Ridho dan kawan-kawan menjamu Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (15/3/2026).
Bepe kembali menegaskan instruksi manajemen agar tidak ada lagi kesalahan elementer yang berujung pada hilangnya poin penting.
“Seperti yang Pak Prapanca sampaikan, kami meminta pemain dan pelatih untuk lebih konsisten dan lebih fokus lagi supaya tidak kepleset lagi,” tutur legenda sepak bola asal Semarang tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang