Allano Sering Dapat Kartu Kuning, Persija dan Bepe Cari Solusi

Super League 2025-2026, Persija, Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, Allano Sering Dapat Kartu Kuning, Persija dan Bepe Cari Solusi

Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengaku akan mencari solusi terkait kedisiplinan Allano Lima di dalam lapangan, namun klub tidak akan mengekang.

Tak bisa dipungkiri, Allano langsung bertransformasi menjadi bintang Macan Kemayoran pada musim pertamanya bersama klub Ibu Kota.

Didatangkan pada awal musim kompetisi Super League 2025-2026, dia berperan besar mengantarkan Persija bersaing di papan atas.

Sebagai bukti, pemain asal Brasil itu telah tujuh kali keluar sebagai Man of the Match sepanjang musim ini.

Sumbangsihnya berupa enam gol dan tujuh assists dalam 21 pertandingan sejauh ini.

Terlepas dari prestasinya, winger 30 tahun itu juga tak lepas dari kontroversi.

Allano cukup bermasalah terkait disiplin di lapangan. Dia menjadi pemain paling banyak menerima kartu kuning di musim teranyar Super League.

Super League 2025-2026, Persija, Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, Allano Sering Dapat Kartu Kuning, Persija dan Bepe Cari Solusi

Pesepak bola Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima (kiri) bersama rekan timnya berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC saat pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (29/12/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz

12 Kartu Kuning

Menurut data I.League, Allano telah mengoleksi 12 kartu kuning hingga pekan ke-24. Dia juga pernah mendapatkan dua kartu kuning dalam satu pertandingan yang otomatis berubah jadi kartu merah.

Dengan seringnya Allano mendapatkan kartu kuning, dia juga kerap absen akibat akumulasi kartu.

Total, dia akan absen dalam empat pertandingan karena persoalan tersebut. 

Satu laga suspensi baru akan dijalani saat Persija Jakarta menjamu Dewa United, Minggu (15/3/2026).

Menyoal tersebut, Bambang Pamungkas menyatakan pihaknya bakal mencari solusi untuk membuat Allano lebih kalem.

"Mengenai Allano. Kita tahu bahwa dia pemain yang sangat berkualitas. Allano juga memang secara kepribadian agak unik. Dia adalah salah satu orang yang cukup ekspresif," ucap Bepe dalam acara Ngopi Bareng Persija di Kantor Persija, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

orang Brasil itu mereka sangat menikmati sepak bola. Makanya kalau kita sering lihat pemain-pemain Timnas Brasil jalan ke ruang ganti bawa musik. Itu kan bagian dari orang-orang Brasil sangat menikmati sepak bola."

"Allano itu tipe yang seperti itu. Kita sudah bicara udah berkali-kali bahwa harus calm down. Bahkan kemarin setelah main saya ngomong sama dia, 'Allano, hati-hati.' Tapi karena ekspresif tadi, itu yang kadang-kadang lepas," jelas pria yang akrab disapa Bepe itu.

Harus Ditangani hati-hati

Bepe mengatakan kondisi seperti ini memang harus ditangani dengan hati-hati.

Sebab, jika terus ditegur dikhawatirkan pemain tersebut jadi tidak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal ketika bermain.

"Jadi kadang-kadang seperti ini, menurut pengalaman saya ya pernah main bola. Jadi, saya punya pengalaman bahwa setiap bintang itu memiliki kontroversinya masing-masing. Ada yang dalam tanda kutip indisipliner, ada yang dalam tanda kutip terlalu diam, ada yang dan sebagainya, banyak," kata Bepe.

"Tapi kadang-kadang kalau seorang pemain yang kemudian terlalu memikirkan itu, mereka malah tidak bisa mengeluarkan performa terbaik di lapangan. Kadang-kadang itu juga perlu dipahami."

"Nah ini yang perlu kita cari solusinya. Sampai saat ini kita masih coba untuk diskusi dengan Allano. Jangan sampai kemudian karena dia terlalu fokus pada omongan kami tapi tiba-tiba kemudian jadi mainnya enggak lepas."

"Itu kan juga tidak bagus juga buat tim. Nah, itu yang masih perlu kita cari formula yang terbaik," tutur dia.

Kendati demikian, Bepe juga sepakat bahwa tindakan indisipliner yang dilakukan Allano cukup merugikan tim.

Hanya saja, perlu dicari cara yang tepat agar sang pemain tetap nyaman dan tetap bisa menampilkan performa terbaik.

"Saya sendiri juga merasakan bahwa ketika seorang pemain terlalu banyak aturan yang ada di benak dia, kan kemudian dia enggak fokus bermain," ucap Bepe.

"Tapi sekali lagi saya setuju bahwa memang harus ada solusi terkait dengan apa yang sering dilakukan Alano, karena ini cukup merugikan tim," ungkap pria 45 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang