Cegah Nyeri Pinggang saat Mudik, Dokter Sarankan Peregangan Rutin

mudik, Cegah Nyeri Pinggang saat Mudik, Dokter Sarankan Peregangan Rutin

Perjalanan mudik yang panjang sering membuat tubuh terasa pegal, terutama pada bagian pinggang, leher, dan kaki. 

Duduk dalam waktu lama tanpa banyak bergerak dapat meningkatkan risiko nyeri otot hingga cedera ringan selama perjalanan.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K mengingatkan, masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh selama perjalanan mudik, terutama jika menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

“Kalau ngomongin mudik, harus diperhatikan dulu moda transportasinya, pakai mobil, motor atau bus, sebab risiko cederanya akan berbeda-beda tapi biasanya pinggang yang berisiko,” kata dr. Ega saat ditemui di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut dia, perbedaan moda transportasi memang dapat memengaruhi jenis keluhan yang muncul selama perjalanan. 

Namun secara umum, posisi duduk yang terlalu lama menjadi faktor utama yang menyebabkan tubuh terasa kaku dan tidak nyaman.

Risiko nyeri akibat duduk terlalu lama

Saat melakukan perjalanan jarak jauh, penumpang cenderung berada dalam posisi duduk dalam waktu yang lama. 

Kondisi ini dapat membuat otot dan sendi bekerja secara statis, sehingga aliran darah menjadi kurang optimal.

“Baik pakai mobil atau bus, posisi duduknya pasti lama, maka perlu stretching secara berkala,” ujar dr. Ega.

Posisi duduk yang tidak berubah dalam waktu lama juga dapat memberikan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah. 

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus tanpa diselingi gerakan, keluhan seperti kaku, pegal, hingga nyeri dapat muncul.

Oleh karena itu, penting bagi pemudik untuk memberi kesempatan pada tubuh agar tetap bergerak selama perjalanan.

Lakukan peregangan tiap 30 menit

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah keluhan otot adalah dengan melakukan peregangan atau stretching secara rutin. 

Gerakan ini membantu mengurangi ketegangan otot yang muncul akibat posisi duduk terlalu lama.

“Saya sarankan setiap 30 menit stretching atau paling tidak 1 jam sekali. Stretching yang dilakukan adalah stretching pinggang, leher, sama bahu. Itu yang paling sering,” imbau dr. Ega.

Peregangan pada area tersebut penting karena bagian pinggang, leher, dan bahu merupakan bagian tubuh yang paling sering mengalami ketegangan selama perjalanan jauh.

Gerakan peregangan sederhana, seperti memutar leher secara perlahan, meregangkan bahu, atau mencondongkan tubuh ke kiri dan kanan dapat membantu mengurangi rasa kaku pada otot.

Luruskan kaki untuk menjaga sirkulasi darah

Selain peregangan pada bagian atas tubuh, dr. Ega juga menekankan pentingnya menggerakkan kaki selama perjalanan. Hal ini bertujuan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

“Lalu, setiap satu jam sekali kalau bisa kaki harus diluruskan. Jadi kalau misalnya naik mobil atau naik motor bisa melipir sebentar,” katanya.

Meluruskan kaki atau berdiri sejenak dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area kaki. Jika kaki terlalu lama berada dalam posisi menekuk, aliran darah dapat melambat dan menimbulkan rasa pegal.

Dengan meluruskan kaki secara berkala, otot dapat kembali rileks dan peredaran darah menjadi lebih lancar.

Berhenti sejenak saat perjalanan jauh

Bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi, dr. Ega juga menyarankan untuk berhenti sejenak di tempat istirahat agar tubuh bisa bergerak lebih bebas.

“Kalau naik mobil paling maksimal setiap 3 jam untuk stretching, gerak-gerakin kaki, dan berdiri. Fungsinya untuk mengembalikan peredaran darah, memompa darah supaya darah nggak ngumpul di kaki saja,” ujarnya.

Berhenti sejenak tidak hanya membantu meredakan ketegangan otot, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Dengan melakukan peregangan secara rutin dan memberi waktu bagi tubuh untuk bergerak, perjalanan mudik dapat terasa lebih nyaman. 

Langkah sederhana ini juga dapat membantu mengurangi risiko nyeri otot atau cedera akibat duduk terlalu lama selama perjalanan jauh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang