Kursi Kereta Api Saat Mudik Lebaran 2026 Terisi Lebih Dari 100 Persen, Kok Bisa?

Tingkat keterisian (okupansi) kursi Mudik Lebaran 2026 melebihi 100 persen.
Beberapa tanggal keberangkatan menunjukkan okupansi harian kereta api mencapai 113 persen. Mengapa bisa terjadi demikian?
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang melampaui 100 persen dimungkinkan karena adanya pola perjalanan dinamis pada operasional kereta api.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda," kata Anne dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
"Pola ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” sambung dia.
Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), beberapa tanggal keberangkatan kereta dengan okupansi lebih dari 100 persen terdiri dari:
- 13 Maret 2026 sebanyak 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
- 14 Maret 2026 sebanyak 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen)
- 15 Maret 2026 sebanyak 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6 persen)
- 16 Maret 2026 sebanyak 173.734 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)
- 17 Maret 2026 sebanyak 173.046 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (105,9 persen, masih data sementara)
Penjualan tiket kereta Mudik Lebaran 2026
Tingkat keterisian (okupansi) kursi kereta saat mudik Lebaran 2026 melebihi 100 persen. Beberapa tanggal keberangkatan menunjukkan okupansi harian kereta api mencapai 113 persen. Mengapa bisa terjadi demikian?
KAI mencatat penjualan tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh sebanyak 3 juta tiket atau 85,7 persen dari total 3,6 juta tempat duduk yang disediakan.Dengan demikian, masih terdapat sekitar 511.995 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.
Sementara itu pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 308.145 tiket atau 33,2 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia.
Masih terdapat sekitar 618.791 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
Selama enam hari pertama masa Angkutan Lebaran KAI, yaitu 11 hingga 16 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 760.229 pelanggan di berbagai relasi perjalanan di Pulau Jawa dan Sumatera.
KA Airlangga rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi PP.
Sejumlah kereta api dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Angkutan Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.Meski demikian, masyarakat masih dapat menemukan ketersediaan tempat duduk pada sejumlah layanan seperti KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung dan KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap pada tanggal keberangkatan tertentu.
Anne menambahkan bahwa pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Dengan kapasitas perjalanan yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran sejak dini agar perjalanan mudik berlangsung lebih nyaman, terencana, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang