Pengamat Lihat 2 Faktor Teja Paku Alam Absen di Garuda Calling
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, mencatatkan jumlah clean sheet terbanyak di Indonesia Super League musim ini, namun namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih timnas Indonesia, John Herdman, untuk agenda FIFA Series pada Maret 2026.
Keputusan yang diambil oleh pelatih berkebangsaan Inggris itu turut menyita perhatian dari para pengamat sepak bola Indonesia, salah satunya jurnalis senior, Gita Suwondo.
FIFA Series dijadwalkan bergulir pada 27 dan 30 bulan Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Terdapat empat negara yang juga ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini dengan menggunakan format gugur.
Timnas Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis, adalah 4 negara yang turut bersaing pada laga di FIFA Series.
Performa Solid Teja Bersama Persib
Kiper Persib, Teja Paku Alam, salah satu nama yang cukup disorot setelah pengumuman skuad Garuda untuk FIFA Series.
Mengingat performa Teja Paku Alam bersama Maung Bandung yang terbilang konsisten selama kompetisi Super League berlangsung.
Kiper berusia 31 tahun itu menjadi salah satu pemain yang memiliki peran krusial dalam skema permainan Persib.
Sejumlah penyelamatan penting yang dilakukan Teja di bawah mistar gawang menjaga Persib tetap kokoh menjadi pemuncak klasemen sementara Super League.
Torehan 14 clean sheet dari 21 laga di Super League menjadi salah satu alasan utama mengapa Teja dinilai layak dapat panggilan ke timnas senior.
Penampilan konsisten ini menarik perhatian dari para pengamat sepak bola, salah satunya adalah Gita Suwondo.
Penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam, tampil on fire di laga pekan ke-33 Liga 1 2024-2025 saat menghadapi Persita Tangerang, Jumat (16/5/2025) di Indomilk Arena.
Gita menilai performa dari kiper utama Persib itu sebenarnya layak untuk dipertimbangkan masuk menjadi salah satu kandidat kiper di timnas senior.
“Kalau melihat jumlah penyelamatan, Teja bahkan lebih banyak dibanding beberapa kiper lain. Kalau tidak salah sekitar 78 penyelamatan musim ini,” ujar Gita saat dihubungi Kompas.com, Kamis (09/03/2026).
Meski demikian, ia juga mengakui keputusan pelatih timnas bisa dipengaruhi banyak faktor di luar statistik dasar.
Agenda FIFA Series merupakan bagian penting dari persiapan timnas senior demi menghadapi beberapa turnamen internasional mendatang.
Herdman memilih sejumlah pemain yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim dan strategi yang telah disiapkan oleh dirinya dan para staf kepelatihan.
Bukan Hanya Melihat Angka Clean Sheet
Menurut Gita, staf pelatih kemungkinan tidak hanya melihat jumlah clean sheet yang dibuat seorang kiper.
“Saya melihat kemungkinan John Herdman tidak hanya melihat jumlah clean sheet, tetapi juga persentase penyelamatan dibandingkan jumlah kebobolan,” ujar Gita.
Ia menjelaskan bahwa pertahanan Persib yang relatif solid bisa menjadi salah satu alasan statistik Teja tidak dianggap terlalu menonjol.
“Persib jumlah kebobolannya sedikit, jadi bisa saja dianggap pertahanannya sudah bagus. Akibatnya penyelamatan Teja tidak terlihat terlalu menonjol dibanding kiper dari tim yang lebih sering dibobol,” ujarnya.
Gaya Bermain Kiper Juga Menentukan
Selain itu, gaya bermain yang diinginkan pelatih juga dapat menjadi faktor dalam pemilihan penjaga gawang.
“Sekarang pelatih juga melihat kemampuan kiper dalam build-up serangan. Teja sebenarnya sudah mencoba, tetapi dia masih lebih dikenal sebagai shot stopper,” ujar Gita.
Meski tidak dipanggil pada FIFA Series kali ini, peluang Teja untuk kembali masuk radar timnas dinilai masih terbuka.
“Untuk sekarang mungkin pelatih lebih memilih kiper yang sudah punya pengalaman internasional. Tapi, bukan berarti peluang Teja tertutup. Bisa saja nanti dipanggil pada turnamen lain seperti AFF,” tambah Gita.
Tidak dipanggilnya Teja sekaligus menunjukkan bahwa persaingan posisi penjaga gawang di timnas Indonesia masih sangat ketat bersama dua kiper diaspora dalam diri Maarten Paes serta Emil Audero dan nama-nama liga domestik dalam diri Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang