Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Idul Fitri, Penetapan Muhammadiyah dan Sidang Isbat Pemerintah

Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Idul Fitri, Penetapan Muhammadiyah dan Sidang Isbat Pemerintah

Penetapan kapan Lebaran 2026 mulai banyak dicari masyarakat. Kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri menjadi hal penting karena berkaitan dengan rencana mudik, pengaturan cuti kerja, hingga agenda berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, jadwal Lebaran juga menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan jauh atau membeli tiket transportasi lebih awal.

Oleh karena itu, setiap tahun informasi mengenai penetapan Idul Fitri selalu menjadi perhatian publik.

Di Indonesia, penentuan tanggal Idul Fitri biasanya merujuk pada dua hal utama. Pertama adalah penetapan hari raya secara keagamaan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Kedua adalah jadwal libur nasional serta cuti bersama yang ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Kapan Jadwal Lebaran 2026 Menurut SKB 3 Menteri?

Pemerintah telah menetapkan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 melalui SKB 3 Menteri yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ditetapkan sebagai libur nasional pada:

  • Sabtu, 21 Maret 2026
  • Minggu, 22 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada beberapa hari berikut:

  • Jumat, 20 Maret 2026
  • Senin, 23 Maret 2026
  • Selasa, 24 Maret 2026.

Dengan penetapan tersebut, periode libur Lebaran berada pada akhir Maret 2026 dan berdekatan dengan akhir pekan.

Kondisi ini berpotensi membuat masa libur menjadi lebih panjang sehingga banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk mudik ke kampung halaman.

Mengapa Penetapan Lebaran Tetap Menunggu Sidang Isbat?

Meski jadwal libur sudah tercantum dalam SKB 3 Menteri, penetapan tanggal Idul Fitri secara keagamaan tetap menunggu keputusan resmi dari Menteri Agama.

Penentuan ini dilakukan melalui sidang isbat, yaitu forum yang melibatkan berbagai pihak seperti perwakilan organisasi Islam, para ahli astronomi, serta instansi pemerintah terkait. Sidang ini bertujuan untuk menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.

Hasil sidang tersebut kemudian diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama dan menjadi acuan nasional mengenai tanggal 1 Syawal.

Bagaimana Penetapan Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah?

Selain pemerintah, organisasi Islam Muhammadiyah juga memiliki metode sendiri dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi.

Dalam maklumat resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah disebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan tanggal Lebaran antara pemerintah dan Muhammadiyah bukanlah hal baru di Indonesia.

Perbedaan tersebut biasanya terjadi karena metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah tidak sama.

Meski demikian, pemerintah tetap menghormati perbedaan tersebut sebagai bagian dari dinamika kehidupan beragama di Indonesia.

Untuk kepentingan administratif seperti libur nasional, pelayanan publik, dan aktivitas pemerintahan, masyarakat umumnya merujuk pada tanggal yang ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "K".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang