Malaysia Kini Dibayangi Ancaman Pengurangan Poin di Kualifikasi Piala Asia 2026

naturalisasi, Konfederasi Sepak Bola Asia, Windsor Paul John, Kualifikasi Piala Asia 2027, Malaysia Kini Dibayangi Ancaman Pengurangan Poin di Kualifikasi Piala Asia 2026

Timnas Malaysia menghadapi kemungkinan sanksi lanjutan setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport atau CAS.

Lembaga tersebut menguatkan hukuman skorsing selama 12 bulan terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

Ketujuh pemain bodong Malaysia itu dinilai terlibat dalam pemalsuan dokumen untuk memenuhi syarat naturalisasi.

Kasus tersebut pertama kali muncul pada September 2025 setelah FIFA menemukan dokumen tidak sah dalam proses administrasi pemain.

Selain skorsing selama satu tahun, FIFA juga menjatuhkan denda kepada para pemain tersebut serta kepada Football Association of Malaysia.

Setelah keputusan CAS, kasus ini kini dibahas oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melalui Komite Disiplin dan Etika.

Proses ini dilakukan untuk menentukan kemungkinan sanksi tambahan.

AFC Tinjau Potensi Hukuman

Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, menyatakan bahwa komite disiplin akan memeriksa kasus tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, proses peninjauan dapat berlangsung sekitar satu minggu.

Seluruh dokumen serta fakta terkait akan dipelajari sebelum sanksi ditetapkan.

"AFC akan menyerahkannya kepada Komite Disiplin dan Etika AFC untuk tindakan dan investigasi lebih lanjut, yang mungkin membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk menentukan hasilnya," terang Windsor.

naturalisasi, Konfederasi Sepak Bola Asia, Windsor Paul John, Kualifikasi Piala Asia 2027, Malaysia Kini Dibayangi Ancaman Pengurangan Poin di Kualifikasi Piala Asia 2026

Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Ia juga menyebut beberapa jenis hukuman dapat diterapkan jika ditemukan pelanggaran terhadap regulasi.

"Jika Anda mengikuti aturan, hukuman yang dapat dikenakan pada FAM dan skuad Harimau Malaya termasuk pengurangan poin dan beberapa hukuman lainnya."

"Namun, saya belum bisa mengatakan semuanya karena itu akan ditentukan oleh Komite Disiplin dan Etika AFC," kata Windsor, dikutip dari SuperBall.id, Jumat (6/3/2026).

Dampak untuk Kualifikasi Piala Asia

Potensi pengurangan poin dapat memengaruhi posisi Malaysia di klasemen Kualifikasi Piala Asia 2027.

Saat ini Malaysia memimpin Grup F dengan 15 poin. Posisi kedua ditempati Vietnam dengan 12 poin.

Di bawahnya terdapat Laos dengan tiga poin dan Nepal national football team tanpa poin.

Namun, Malaysia berpotensi kehilangan enam poin. Hal itu berkaitan dengan penggunaan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat pada laga melawan Vietnam dan Nepal.

Berdasarkan aturan kompetisi, tim yang menurunkan pemain tidak memenuhi syarat dapat dinyatakan kalah walkover dengan skor 0-3.

Jika keputusan tersebut diterapkan, Malaysia akan turun ke posisi kedua klasemen. Selisih poin dengan Vietnam dapat melebar menjadi enam angka.

Pada sistem kualifikasi ini, hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran final AFC Asian Cup 2027 di Saudi Arabia pada 7 Januari-5 Februari mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang