Angkernya Babak Pertama All England 2026, Kuburan Pemain Unggulan

All England, Shi Yu Qi, China, Anders Antonsen, Denmark, Jonatan Christie, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, Angkernya Babak Pertama All England 2026, Kuburan Pemain Unggulan

Satu fenomena menarik muncul di babak pertama All England 2026. Atlet-atlet penyandang status unggulan, termasuk juara bertahan dan juara dunia, berguguran. 

Predikat unggulan bukan jaminan berprestasi di All England 2026.

Tanyakan saja kepada Shi Yu Qi yang notabene juara bertahan sekaligus tunggal putra nomor satu dunia saat ini. 

Pebulu tangkis asal China itu langsung rontok di babak pertama All England 2026 usai dihantam wakil India, Lakhsya Sen, via perjuangan rubber game dengan skor 21-23, 21-19, 17-21, Selasa (3/3/2026). 

Menyusul Shi Yu Qi, ada Anders Antonsen asal Denmark yang juga harus mengepak koper di babak awal All England 2026. Unggulan ketiga ini harus mengakui keunggulan Koki Watanabe (Jepang). 

Tampil di bawah standar, Antonsen dihajar dua game langsung dengan skor cukup telak 8-21, 12-21, Rabu (4/3/2026). Dia seperti kehilangan sentuhan di lapangan. 

Satu lagi unggulan di tunggal putra yang gugur di babak pertama All England 2026 adalah Alex Lanier (Prancis). Dia dipulangkan oleh Victor Lai asal Kanada setelah bertanding sengit tiga game (12-21, 23-21, 21-23).

Beruntung, wakil Indonesia Jonatan Christie yang juga menyandang predikat unggulan (4) tak ikut-ikutan keok.

Dia mengalahkan Jia Heng Jason Teh (Singapura) dengan skor 21-11, 10-21, 21-15.

Jonatan Christie Bicara Persaingan Tunggal Putra

Rontoknya pemain-pemain unggulan tunggal putra di babak pertama All England 2026 mengundang komentar dari Jonatan Christie.

Jojo, sapaan akrabnya, menilai status unggulan berbanding lurus dengan tekanan besar, terutama dalam pertandingan pembuka.

"Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra. Inilah maksudnya big event, tekanannya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah," kata Jojo dalam keterangan tertulis PBSI. 

All England, Shi Yu Qi, China, Anders Antonsen, Denmark, Jonatan Christie, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, Angkernya Babak Pertama All England 2026, Kuburan Pemain Unggulan

Laga 32 besar All England 2026 antara Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh (Singapura) pada hari Rabu (4/3/2026) di Utilita Arena, Birmingham.

"Kita harus masih mencari situasi, harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata." 

"Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Kuncinya memang harus menganggap setiap partai itu adalah final," tandasnya.

Juara Dunia Chen/Toh Angkat Kaki

Bukan cuma sektor tunggal putra, fenomena kuburan babak awal All England 2026 juga menimpa Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di ganda campuran. Mereka berstatus unggulan keempat plus juara dunia tahun lalu. 

Chen/Toh tak kuasa membendung agresivitas ganda campuran Denmark, Rasmus Espersen/Amalie Kudsk. Mereka kalah rubber game dengan skor 21-18, 12-21, 23-25, Rabu (4/3/2026). 

Diakui Chen/Toh bahwa mereka terlalu banyak kesalahan sendiri, khususnya di poin-poin kritis. Pasangan Malaysia ini terpaksa mengubur mimpi berprestasi tinggi di All England 2026.

"Saya pikir ada terlalu banyak kesalahan servis," ucap Toh Ee Wei dilansir dari New Straits Times

"Kami juga terlalu sering mengangkat bola dan semua itu membuat kami tidak nyaman sampai-sampai kehilangan kepercayaan diri," bebernya.

Total 10 unggulan yang tersebar di lima sektor berbeda tersingkir di babak pertama All England 2026. Berikut daftar lengkapnya. 

Tunggal Putra

1. Shi Yu Qi (China; 1) 

2. Anders Antonsen (Denmark; 3) 

3. Alex Lanier (Perancis; 8) 

Tunggal Putri

4. Han Yue (China; 5) 

5. Ratchanok Intanon (Thailand; 7) 

Ganda Putra

6. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India; 4) 

7. Sabar Karyawan Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia; 7) 

Ganda Putri

8. Li Yi Jing/Luo Xu Min (China; 7) 

Ganda Campuran

9. Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia; 4) 

10. Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark; 8)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang