Bos Serie A Respons Kritik Rabiot Soal Laga Milan Vs Como di Australia

Adrien Rabiot, Liga Italia, serie a, milan, Como, Milan vs Como, Bos Serie A Respons Kritik Rabiot Soal Laga Milan Vs Como di Australia

CEO Lega Serie A, Luigi De Siervo, merespons Adrien Rabiot, yang menyebut upaya menggelar laga Milan vs Como di Australia sebagai keputusan "gila".

De Siervo menekankan "Dia seharusnya lebih menghargai uang yang ia terima."

Sebelumnya, gelandang AC Milan, Adrien Rabiot menilai keputusan menggelar pertandingan Serie A di Australia adalah tidak tepat.

"Saya terkejut ketika mendengar Milan akan bertanding di Serie A melawan Como di Australia! Gila sekali," ujar Rabiot kepada Le Figaro.

Seperti diketahui, UEFA telah memberikan izin untuk menggelar pertandingan AC Milan vs Como di Australia pada Februari 2026.

Pada awal tahun depan, kandang AC Milan, Stadion Giuseppe Meazza, akan dipersiapkan untuk Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026.

“Rabiot dan semua pemain sepak bola yang menghasilkan jutaan euro seharusnya menyadari bahwa mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan, yaitu bermain sepak bola,” ungkap De Siervo kepada wartawan setelah pertemuan Lega Serie A pada hari Rabu (8/10), melalui La Repubblica.

“Dia seharusnya lebih menghargai uang yang ia terima dan lebih kooperatif terhadap klubnya, Milan, yang telah setuju dan mendorong agar pertandingan ini diadakan di luar negeri,” tutur De Siervo merespons pendapat Rabiot.

De Siervo menegaskan bahwa Lega Serie A memerhatikan kesehatan para pemain, meskipun ada kritik belakangan ini.

“Ini adalah elemen kunci, kami berjuang agar ini menjadi masuk akal,” tambahnya.

Adrien Rabiot, Liga Italia, serie a, milan, Como, Milan vs Como, Bos Serie A Respons Kritik Rabiot Soal Laga Milan Vs Como di Australia

Alexis Saelemaekers (kiri) dan Koni De Winter (tengah) merayakan kemenangan usai laga Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Napoli di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 28 September 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)

Rumit tapi Tidak Mustahil

“Kami membicarakan sesuatu yang rumit, tetapi tidak mustahil. Kami berusaha melakukannya dalam semangat harmoni, terutama jika ini dianggap sebagai peristiwa luar biasa.”

“Tantangan organisasi ini sangat kompleks, waktu terbang yang diperlukan banyak, tetapi mereka akan terbang dengan kelas bisnis ke belahan dunia lain, sesuatu yang biasa dilakukan tim."

"Pemain tingkat atas, yang gajinya mencerminkan usaha yang mereka lakukan, seharusnya lebih memahami bahwa ini adalah pengorbanan yang bisa dilakukan.”

Rabiot kembali ke Serie A pada jendela transfer musim panas 2025 ini. Di AC Milan, ia bereuni dengan mantan pelatihnya di Juventus, Massimiliano Allegri.

Pemain tim nasional Prancis ini telah mencetak 18 gol dalam 161 penampilan di kasta teratas Liga Italia dan kontraknya di San Siro bareng Milan akan berakhir pada Juni 2028.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.