BYD Dikabarkan Bakal Luncurkan Mobil PHEV dengan Harga Terjangkau

 Haka Auto selaku salah satu operator diler BYD di Indonesia mengungkap bahwa pabrikan asal Cina yang menjadi mitranya akan menghadirkan mobil PHEV. Peluncurannya rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun.

Kehadiran mobil tersebut tentu menarik karena diharapkan bisa menjawab kebutuhan berkendara masyarakat di luar kota besar. Pasalnya, pelanggan tidak membutuhkan infrastruktur rumit seperti SPKLU.

“Rencananya akan meluncur setelah pabrik beroperasi atau sekitar pertengahan tahun nanti,” ungkap Hariyadi Kaimuddin, Chief Executive Officer Haka Auto, pada media (02/03).

Ia pun menambahkan bahwa harga model yang akan diluncurkan bakal kompetitif. Bahkan, bukan tidak mungkin dibanderol lebih terjangkau bila dibandingkan EV.

BYD

“Rencananya seperti itu, jadi lebih murah dari mobil hybrid-nya. Kami pun selaku diler juga berharap hal yang sama,” tegasnya.

Sayangnya, ia mengaku belum mengetahui secara pasti mobil apa yang akan diluncurkan di Indonesia. Meski demikian, dirinya berharap PHEV pertama tersebut adalah BYD M6.

“Ya, harapan kami adalah BYD M6 karena itu cukup menarik bila dijual di Tanah Air,” tambahnya.

Hariyadi menambahkan bahwa di negaranya, BYD sebenarnya sudah memiliki pasar yang sangat kuat di segmen PHEV. Hanya saja, pabrikan asal Cina tersebut memiliki strategi tersendiri untuk menghadirkannya ke Tanah Air.

“Peraturan pemerintah, insentif pajak hanya diberikan untuk mobil listrik, sementara hybrid mendapat tambahan pajak 50 persen. Jadi memang lebih realistis untuk fokus ke EV terlebih dulu,” tegasnya.

BYD M6

Sebelumnya diberitakan bahwa BYD berhasil mendominasi penjualan mobil listrik di Tanah Air. Pada 2025, mereka melepas sedikitnya 54 ribu unit kendaraan listrik di Tanah Air atau setara 52 persen dari total pasar mobil listrik nasional.

Hasil positif tersebut kemudian berlanjut pada Januari 2026 dengan penjualan mencapai 5.200 unit. Jumlah ini tumbuh lima kali lipat dibanding periode serupa tahun lalu, yaitu 1.100 unit.

Angka ini membuat BYD menguasai pangsa pasar lebih dari 60 persen, sebuah sinyal positif dalam mengawali tahun 2026.