Cara Shafira Ika Jaga Kebugaran di Tengah Vakum Liga Putri
Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri, berbagi rahasianya dalam menjaga kebugaran di tengah vakum kompetisi Liga 1 Putri di Tanah Air.
Hal ini disampaikan Shafira Ika Putri saat hadir di podcast “Ruang Ganti Timnas” dalam rangkaian Vidio Sports Festival 2025 yang digelar di Plaza Timur Senayan, Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Sejak terakhir kali digelar pada 2019, Liga Putri Indonesia belum kembali dilaksanakan.
PSSI baru berencana menghidupkan kembali kompetisi tersebut pada 2027.
Kondisi ini membuat banyak pemain Timnas Putri tidak memiliki klub aktif, termasuk sang kapten, Shafira Ika.
Pemain berusia 22 tahun itu terakhir kali memperkuat Persis Women pada 2023 dan membantu tim asal Solo tersebut menjuarai Piala Pertiwi Jawa Tengah 2023.
Training Center Timnas Membantu Shafira Dalam Menjaga Kebugaran
Menjawab pertanyaan host mengenai bagaimana cara menjaga kondisi fisiknya di tengah tidak adanya liga, Shafira menuturkan bahwa program pemusatan latihan (TC) jangka panjang dari PSSI sangat membantu menjaga kebugaran dan ritme bertanding.
Shafira Ika Putri (tengah), saat menghadapi laga melawan Persija Putri di lanjutan Liga 1 Putri 2019
“Mungkin dengan menjaganya sekarang, Timnas Putri itu sedang banyak TC jangka panjang untuk mencegah. PSSI juga fokus ke timnasnya ya, dan saya juga sangat berterima kasih sama PSSI karena memfokuskan timnasnya ke TC jangka panjang," tuturnya menjelaskan.
"Kita kemarin baru selesai TC di Jepang itu dua minggu, terus berlanjut juga ke Jogja selama satu bulan, dan itu kita nggak dikasih istirahat sama sekali. Jadi harus fokus untuk nanti menghadapi SEA Games,” ujar Shafira.
Sempat Jadi Runner-up Liga 1 Putri 2019
Sebagai informasi, Liga 1 Putri 2019 adalah musim perdana dan terakhir bagi kompetisi sepak bola wanita profesional di Indonesia.
Kompetisi ini berakhir pada Desember 2019 dengan Persib Bandung Putri keluar sebagai juara setelah mengalahkan TIRA-Persikabo Kartini di partai final dengan skor agregat 6–1.
Saat itu, TIRA-Persikabo Kartini, yang berhasil menjadi runner-up, diperkuat oleh Shafira Ika Putri.
Gelaran perdana ini menjadi tonggak sejarah sebelum liga sepak bola wanita Indonesia terhenti dan sangat dinantikan kembali pelaksanaannya.