Spesifikasi Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle yang Ditembak Jatuh Rudal Kuwait

Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle
Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle

 Tiga jet tempur Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait akibat insiden tembakan salah sasaran oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat operasi militer aktif berlangsung pada 1 Maret 2026 pukul 23.03 waktu ET.

Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di tengah situasi pertempuran kawasan yang melibatkan serangan udara, rudal balistik, dan drone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut ketiga pesawat tempur Angkatan Udara AS tersebut tengah menjalankan misi dukungan dalam Operasi Epic Fury ketika secara keliru ditembak oleh pertahanan udara sekutu.

Jet tempur Amerika Serikat ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait

“Pada pukul 23:03 ET, 1 Maret, tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle AS yang terbang untuk mendukung Operasi Epic Fury jatuh di atas Kuwait karena insiden tembakan salah sasaran,” demikian pernyataan CENTCOM dikutip Selasa 3 Maret 2026.

Enam awak pesawat dilaporkan berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dan tidak mengalami cedera serius. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di lokasi jatuhnya pesawat bermesin ganda, sementara rekaman lain menunjukkan pilot mendarat menggunakan parasut sebelum dievakuasi kendaraan darat.

Analisis visual yang dilakukan CNN mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai F15E Strike Eagle, salah satu jet tempur multiperan utama milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Spesifikasi dan Kemampuan F-15E Strike Eagle

Mengutip laman resmi Angkatan Udara AS melalui AF.mil, F-15E Strike Eagle merupakan pesawat tempur multiperan yang dirancang untuk menjalankan misi udara-ke-udara sekaligus udara-ke-darat dalam berbagai kondisi operasi.

Pesawat ini dioperasikan oleh dua awak, yakni seorang pilot dan petugas sistem senjata atau Weapon System Officer (WSO). Kombinasi sistem avionik modern memungkinkan F-15E menjalankan operasi tempur di ketinggian rendah, siang maupun malam hari, serta dalam segala kondisi cuaca.

Jet yang pertama kali terbang pada Juli 1972 ini dilengkapi sistem navigasi berbasis giroskop laser dan Global Positioning System (GPS) yang terhubung langsung dengan komputer pusat pesawat serta peta digital di kedua kokpit. Sistem radar APG-70 memungkinkan awak mendeteksi target darat dari jarak jauh sekaligus tetap memantau ancaman udara secara bersamaan.

Kemampuan tempur malam hari didukung sistem LANTIRN (Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night) yang memungkinkan pesawat terbang rendah mengikuti kontur medan secara otomatis sekaligus menyerang target menggunakan senjata berpemandu presisi.

Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle

Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle

Pod penargetan pada sistem tersebut juga dilengkapi penunjuk laser yang mampu mengunci sasaran dari jarak jauh sebelum data target diteruskan ke bom berpemandu GPS maupun laser.

Dari sisi tenaga, F-15E menggunakan dua mesin Pratt & Whitney F100-PW-220 atau F100-PW-229 dengan daya dorong hingga 58.000 pound secara total. Sistem kontrol mesin digital memungkinkan akselerasi dari kondisi idle ke afterburner maksimum dalam waktu kurang dari empat detik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk persenjataan, F-15E mampu membawa berbagai jenis senjata udara-ke-darat milik Angkatan Udara AS, serta rudal udara-ke-udara seperti AIM-9M Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM. Pesawat ini juga dilengkapi meriam internal kaliber 20 mm dengan kapasitas hingga 500 amunisi.

Tangki bahan bakar konformal yang terpasang di badan pesawat memungkinkan jarak tempuh lebih jauh tanpa meningkatkan hambatan udara secara signifikan.