RI Beli Jet Tempur Chengdu J-10 China, Begini Respons Panglima Angkatan Bersenjata Australia
Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF) Laksamana David Johnston merespons rencana Indonesia untuk membeli pesawat tempur Chengdu J-10 buatan China, sebagaimana yang diungkap Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu,15 Oktober 2025,
Menurut Johnston, rencana tersebut sejatinya tidak akan memengaruhi aliansi militer RI-Australia yang telah terjalin sejak lama. Ia menegaskan bahwa keputusan itu juga tidak mengurangi upaya Australia untuk mempererat hubungan militer dengan Indonesia.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, sepenuhnya tepat bagi Indonesia untuk membuat keputusan berdasarkan kepentingannya sendiri, dan Australia sangat menghormati hal itu," kata Johnston dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.
"Kami juga sangat percaya diri terhadap hubungan di antara kedua negara, sehingga kami akan terus menumbuhkan dan memperdalam hubungan ini," sambungnya
VIVA Militer: Jet tempur Chengdu J-10 militer China
Dia juga menanggapi pertanyaan wartawan soal kerja sama pertahanan Indonesia dengan Rusia. Pada November 2024, TNI dan dan Angkatan Laut Rusia menggelar latihan perang bersama di Surabaya, Jawa Timur, dan perairan Laut Jawa.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga telah bertemu dengan Wakil Direktur Federal Service for Military Technical Cooperation Federasi Rusia, Mikhail Pethukov, pada acara Indo Defence 2025 Expo & Forum di Jakarta pada Juni.
Johnston menegaskan bahwa Australia menghormati keputusan Indonesia, baik yang terkait dengan alat pertahanan maupun kerja sama militer. Menurutnya, Australia juga bekerja sama dengan banyak negara sehingga keputusan Indonesia tidak memengaruhi kemitraan di antara kedua negara.
"Kami menilai bahwa Rusia memiliki pengaruh yang dapat menimbulkan ketidakstabilan di kawasan, dan pemerintah kami telah menyampaikan hal itu secara terbuka," kata Johnston.
"Namun, hubungan yang saling menghormati dengan Indonesia memungkinkan kami untuk melakukan percakapan yang terbuka dan jujur, sambil terus mempertahankan serta memperdalam hubungan dan kegiatan yang kami jalankan bersama," katanya, menambahkan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan rencana pembelian pesawat tempur J-10 Chengdu asal China tidak akan mengganggu hubungan militer antara TNI dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Hal tersebut dikatakan Freddy merespons adanya sinyal pembelian pesawat tempur J-10 Chengdu dari Kementerian Pertahanan.
"Adapun mengenai hubungan militer Indonesia dengan Amerika Serikat, TNI tetap menjalankan kerja sama pertahanan dengan seluruh mitra strategis secara baik, menjaga hubungan dengan keduanya secara proporsional," kata Freddy saat dikonfirmasi Antara, Kamis.
Menurut Freddy, sedari awal Indonesia menganut sistem politik luar negeri bebas aktif yang memungkinkan untuk menjalin hubungan bilateral dengan negara manapun.
Prinsip bebas aktif itu juga, lanjut Freddy, yang membuat TNI dapat menjalin hubungan militer dengan negara negara manapun, termasuk Amerika Serikat.