Rasa Sesal Mario Wuysang Tak Sempat Rasakan Format Kandang-Tandang IBL

Mario Wuysang, basket, Rasa Sesal Mario Wuysang Tak Sempat Rasakan Format Kandang-Tandang IBL

Legenda basket Indonesia, Mario Wuysang, menilai positif tentang penerapan format home and away di Indonesian Basketball League (IBL).

Format pertandingan kandang-tandang mulai diberlakukan IBL sejak 2024 silam, menggantikan sistem series. 

Format kompetisi macam ini bagi Mario Wuysang adalah sesuatu yang ideal.

Eks pebasket yang pernah jadi andalan Aspac Jakarta tersebut menilai seharusnya sistem home and away sudah diterapkan sejak dahulu, ketika dirinya masih aktif bermain.

Menurut Mario Wuysang atmosfer pertandingan bakal lebih hidup ketika sistem ini diberlakukan, apalagi saat partai IBL digelar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo.

Mario Wuysang, basket, Rasa Sesal Mario Wuysang Tak Sempat Rasakan Format Kandang-Tandang IBL

Pemain CLS Knights Surabaya, Mario Wuysang (kanan), melempar bola saat bertanding pada semifinal National Basketball League (NBL) melawan Pelita Jaya Energi-MP di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2015).

Berharap Diterapkan sejak Dahulu

"Saya sangat suka dengan home and away, saya berharap sistem ini bisa diterapkan dahulu ketika saya masih bermain."

"Saya tidak pernah suka sistem series," ujar Mario dalam akun Uncleroetalk, dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (26/2/2026).

Perbincangan seputar format home and away IBL terjadi saat Mario Wuysang berbicara dengan pemain Kesatria Bengawan Solo, Avan Seputra. 

Sistem ini dinilai Mario Wuysang bisa menghadirkan keuntungan bagi tim yang yang punya basis dukungan kuat, termasuk Kesatria Bengawan Solo.

Atmosfer Lebih Meriah

Tingkat okupansi penonton di arena duel pun dirasa bakal turut terodongkrak.

"Dan dengan format ini seharusnya setiap pertandingan KBS bisa selalu penuh karena Solo merupakan satu di antara kota yang atmosfer basketnya luar biasa," ujar Mario Wuysang yang mulai berkarier di Indonesia pada 2003 silam.

Mario Wuysang punya jejak panjang dalam dunia basket Indonesia. Kariernya membentang sampai 2018 ketika dirinya menyatakan pensiun.

Selain Aspac Jakarta, ia pernah membela tim-tim semodel Garuda Bandung, Satria Muda, Indonesia Warriors, dan CLS Knights.

"Sejak 2003 ketika saya datang ke sini, para penonton selalu penuh di Bandung, Surabaya, bahkan untuk turun dari bus saja susah saat itu," tutur Mario Wuysang yang menutup karier basketnya di CLS Knights.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang