Duel Kampus Raksasa, UPH Tantang Binus di Final Campus League 2026

Playoffs putra antara Universitas Bina Nusantara melawan Institut Perbana
Playoffs putra antara Universitas Bina Nusantara melawan Institut Perbana

 Atmosfer persaingan basket mahasiswa semakin memanas di ajang Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta Season 1. Kompetisi yang berlangsung di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, sejak 24 hingga 31 Mei 2026 itu sukses menghadirkan persaingan sengit antar kampus dari berbagai daerah.

Tak hanya diikuti perguruan tinggi dari Jakarta dan sekitarnya, turnamen ini juga diramaikan oleh peserta dari luar wilayah ibu kota, termasuk Universitas Riau yang datang jauh-jauh dari Pekanbaru untuk ikut bersaing memperebutkan tiket menuju babak nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 16 perguruan tinggi ambil bagian dalam kompetisi ini. Sejumlah kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Pelita Harapan, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Jakarta hingga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa turut meramaikan perebutan gelar juara Regional Jakarta.

Memasuki babak semifinal, persaingan semakin ketat. Di sektor putri, Universitas Pelita Harapan berhadapan dengan Institut Perbanas, sedangkan Universitas Bina Nusantara menantang Universitas Budi Luhur. Sementara itu di kategori putra, Institut Perbanas bertemu Universitas Bina Nusantara dan Universitas Trisakti menghadapi tuan rumah UPH.

Laga semifinal putri antara UPH dan Institut Perbanas berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Sempat tertinggal 6-13 pada kuarter pertama, UPH menunjukkan mental juara dengan bangkit dan membalikkan keadaan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 51-37.

Salah satu pemain andalan UPH, Jennifer Chioma Igbojike, yang menyumbangkan 15 poin dalam laga tersebut mengaku timnya tetap percaya diri meski menghadapi tekanan sebagai tuan rumah.

"Kami punya rasa percaya diri bahwa kami bisa menang. Tekanan sebagai tuan rumah memang ada, tetapi justru menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk tampil lebih baik," ujar Jennifer.

Menatap partai puncak, pelatih tim putri UPH, Fajar Kusumasari, memilih fokus pada pemulihan kondisi fisik para pemain agar bisa tampil maksimal.

"Persiapan kami sudah cukup untuk menghadapi siapa pun di final. Sekarang fokus kami adalah recovery dan bermain sebaik mungkin. Semua tim di Regional Jakarta memiliki kualitas yang merata, jadi kami harus tetap siap dan memberikan yang terbaik," kata Fajar.

Sementara itu di sektor putra, Universitas Bina Nusantara berhasil mengamankan tiket final setelah mengalahkan Institut Perbanas dengan skor 68-56. Pertandingan sempat berjalan seimbang pada kuarter pertama dengan skor 11-11, namun Binus perlahan mampu mengambil kendali berkat pertahanan disiplin dan permainan agresif yang efektif.

Pelatih tim putra Binus, Jap Ricky Lesmana, menyebut kunci kemenangan timnya terletak pada konsistensi dalam bertahan.

"Kemenangan ini berawal dari disiplin defense dan agresivitas pemain. Setelah menemukan ritme permainan, kami bisa menjaga keunggulan hingga akhir. Untuk final nanti, kami harus mempertahankan dua aspek tersebut," ujarnya.

Di semifinal lainnya, tim putri Binus sukses mengikuti jejak tim putra setelah mengalahkan Universitas Budi Luhur dengan skor 55-41. Sedangkan di sektor putra, Universitas Pelita Harapan tampil dominan saat menundukkan Universitas Trisakti dengan skor 74-55.

Hasil tersebut memastikan partai final Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta Season 1 menghadirkan duel klasik antara Universitas Pelita Harapan dan Universitas Bina Nusantara. Menariknya, kedua kampus akan saling berhadapan di final putra maupun putri untuk memperebutkan status sebagai penguasa basket kampus Regional Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, mengungkapkan bahwa Regional Jakarta mendapat jatah tiga wakil tim putra ke The Nationals Campus League 2026 Basketball Season 1. Penambahan slot dilakukan setelah Regional Samarinda hanya mampu mengirim satu wakil.

Menurut Dave, kebijakan tersebut diambil demi menjaga kualitas dan keseimbangan kompetisi nasional. Dengan demikian, selain juara dan runner-up, satu tiket tambahan akan diperebutkan melalui pertandingan perebutan peringkat ketiga yang menjadi laga krusial bagi tim-tim yang masih berpeluang melangkah ke tingkat nasional.