Perintah Main Rangkap Jadi Tes Kelayakan Apriyani Bertahan di Pelatnas
Pebulu tangkis senior Apriyani Rahayu berada dalam pengawasan PBSI berkaitan dengan stagnasi performa dan penurunan motivasi bertanding.
Baru-baru ini, Apriyani Rahayu mendapatkan tugas bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. Ruichang China Masters 2026 yang berlangsung pada 10-15 Maret nanti menjadi debutnya.
Di ganda putri, Apriyani tetap berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari, sedangkan di ganda campuran ia akan mementori juniornya, Taufik Aderya, yang masih berusia 20 tahun.
Di satu sisi, keputusan PBSI menurunkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bareng Greysia Polii itu sebagai pemain rangkap bisa mendongkrak prestasi Apri.
Namun, timbul pertanyaan bahwa sejatinya sudah bukan waktunya Apriyani Rahayu bermain rangkap menimbang usianya akan memasuki 28 tahun sekitar dua bulan lagi.
Terkait hal ini, kepala pelatih ganda putri utama PBSI, Karel Mainaky, angkat bicara. Ia mengaku sedang melakukan pengawasan khusus terhadap Apriyani Rahayu.
Apriyani Rahayu seperti Kehilangan Motivasi
Karel Mainaky menyadari keganjilan yang terjadi pada Apriyani. Dia sampai tak habis pikir karena menilai sesungguhnya fisik sang pemain masih kuat untuk bersaing di level elite ganda putri dunia.
Pelatih ganda putri PBSI, Karel Mainaky, berbicara soal peran rangkap Apriyani Rahayu di Pelatnas PBSI, Senin (23/2/2026).
“Secara fisik dia masih kuat dan bagus. Kalau ada kemauan, sebenarnya dia masih sanggup. Cuma kadang masih naik turun," kata Karel kepada awak media, termasuk Kompas.com di Pelatnas PBSI.
"Di latihan saya lihat bagus-bagus saja, tapi saat turnamen fokusnya seperti hilang dan kelihatan bingung. Itulah yang masih kami perjuangkan,” jelasnya.
Bisa dibilang keputusan menaruh Apriyani di dua sektor berbeda adalah tes kelayakan dari PBSI. Hasilnya nanti akan dievaluasi dan bukan mustahil menentukan kelanjutan kariernya di Pelatnas Cipayung.
Performa Apriyani Rahayu Diawasi Ketat
Selain mengevaluasi kebijakan rangkap, Karel. Mainaky juga berencana mengajak Apriyani berdiskusi empat mata untuk memetakan permasalahan sekaligus mencari solusi terbaik.
"Sementara ini masih diobrolin. Maksudnya saya juga tidak mau terus-terusan seperti ini. Latihan keras kalau tanpa tujuan yang jelas buat apa kan," ucap Karel Mainaky.
"Nanti sambil berjalan saya lihat pelan-pelan. Tidak ada batas waktu, tapi kalau saya merasa sudah tidak bisa, mungkin akan ngobrol lebih serius lagi bagaimana ke depannya," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang