Alasan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Mundur dari Australian Open 2026

BWF World Tour, Australian Open, Indonesia Open 2026, PBSI, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, Alasan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Mundur dari Australian Open 2026

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mendadak ditarik mundur PBSI dari Australian Open 2026.

Agenda BWF World Tour berlanjut ke Australian Open 2026 setelah merampungkan Polytron Indonesia Open 2026 pada Minggu (7/6/2026).

Turnamen yang masuk kategori level Super 500 ini akan bergulir di Quaycentre, Sydney, mulai Selasa (9/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026)

Indonesia tadinya tercatat mengirimkan 12 wakil, namun belakangan jumlahnya berkurang dua di sektor ganda putra.

Secara mengejutkan PBSI memutuskan untuk menarik mundur Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Kedua pasangan ini sejatinya merupakan ganda putra andalan Indonesia. Mereka berstatus finalis tahun lalu, yang dimenangi Raymond/Joaquin atas Fajar/Fikri.

Kepastian mundurnya Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri disampaikan oleh pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho, via keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

"Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026," ucap Anton.

Adapun alasan PBSI menarik mundur Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026 berbeda untuk masing-masing pasangan.

Bukan Prioritas PBSI

Khusus Fajar/Fikri yang baru-baru ini mengalami kekecewaan tersingkir di babak pertama Polytron Indonesia Open 2026, akan menjalani "hukuman" di Pelatnas PBSI.

Mereka digenjot lagi dengan program latihan lebih terukur untuk mempersiapkan turnamen-turnamen lain yang masuk skala prioritas seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2026.

"Indonesia Open merupakan salah satu tolok ukur penting bagi PBSI, namun hasil yang diraih masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan," kata Anton.

"Sehingga, diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya. Toh Australian Open sejak awal tidak termasuk dalam program turnamen utama Fajar/Fikri pada periode ini." 

"Fokus mereka saat ini akan diarahkan kepada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games," jelasnya.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17-23 Agustus, sedangkan Asian Games 2026 diselenggarakan sebulan kemudian (19 September-4 Oktober).

Raymond/Joaquin Disimpan

Artinya, nama Fajar/Fikri dipastikan menghilang dari BWF World Tour setidaknya selama sebulan ke depan sampai Japan Open 2026 yang masuk kategori level Super 750 (14-19 Juli).

Fajar/Fikri yang kini menduduki ranking 2 dunia wajib turun di turnamen Super 750 dan Super 1000 untuk menaati aturan BWF Top Committed Player.

Sementara itu, Raymond/Joaquin yang akhir pekan lalu mampu menjejak final Polytron Indonesia Open 2026 disimpan PBSI sebagai bentuk pencegahan dan proteksi risiko cedera.

BWF World Tour, Australian Open, Indonesia Open 2026, PBSI, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, Alasan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Mundur dari Australian Open 2026

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, meraih predikat runner-up Polytron Indonesia Open 2026.

Raymond Indra mengalami sedikit masalah kelelahan pada luturnya, sehingga PBSI bergerak cepat untuk menanganinya sebelum bertambah parah.

"Saya melihat dengan masa recovery Raymond/Joaquin terlalu singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open," ungkap Anton.

"Apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia dibayangi risiko cederanya kambuh," tandasnya.

Mundurnya Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin berarti Indonesia tinggal menyisakan empat wakil di ganda putra Australian Open 2026.

Mereka adalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Putra Erwiansyah, dan Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang