Polisi vs Keluarga: Beda Versi Kronologi Tewasnya Arianto Tawakal Akibat Helm Taktikal Brimob

Tual, Arianto, Bripda Masias Siahaya, helm taktikal, Maluku, Arianto Tawakal, Polisi vs Keluarga: Beda Versi Kronologi Tewasnya Arianto Tawakal Akibat Helm Taktikal Brimob

Kasus kematian Arianto Tawakal (14), seorang remaja di Kota Tual, Maluku, yang melibatkan anggota Satbrimob Polda Maluku, Bripda Masias Siahaya, kini memasuki babak baru. Terdapat perbedaan kronologi yang cukup signifikan antara versi kepolisian dengan kesaksian pihak keluarga korban.

Peristiwa maut ini terjadi di ruas jalan RSUD Maren Hi Noho Renuat, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, pada Kamis (19/2/2026) pagi.

Arianto dinyatakan meninggal dunia pada Kamis malam pukul 19.00 WIT setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun.

Kronologi Versi Polres Kota Tual

Berdasarkan konferensi pers yang digelar Polres Kota Tual pada Sabtu (21/2/2026), insiden bermula saat Bripda Masias Siahaya sedang melaksanakan patroli rutin menggunakan kendaraan taktis (rantis) sejak Rabu (18/2/2026) malam pukul 22.00 WIT hingga Kamis pagi.

Polisi mengklaim menerima laporan warga terkait adanya keributan di wilayah Fiditan Atas. Setibanya di lokasi, petugas melihat sekelompok pemuda berkumpul di Jalan Panglima Mandala dan langsung melakukan pembubaran.

Saat sebagian personel bergeser, Bripda Masias tetap berada di lokasi sambil memegang helm taktikal. Tak lama kemudian, korban Arianto melintas bersama kakaknya, Nasri Karim (15).

Pihak kepolisian menyebut bahwa Bripda Masias memberikan isyarat dengan mengayunkan helm taktikal ke udara beberapa kali.

Namun, ayunan helm tersebut justru mengenai pelipis Arianto hingga korban hilang kendali dan menabrak motor kakaknya yang berada di depan.

Kesaksian Keluarga: Dipukul Langsung, Bukan Isyarat

Tual, Arianto, Bripda Masias Siahaya, helm taktikal, Maluku, Arianto Tawakal, Polisi vs Keluarga: Beda Versi Kronologi Tewasnya Arianto Tawakal Akibat Helm Taktikal Brimob

Ilustrasi penganiayaan hingga tewas.

Ayah korban, Rijik Fikri Tawakal, menyampaikan versi berbeda berdasarkan pengakuan anaknya yang lain, Nasri Karim, yang berada di lokasi kejadian. Rijik membantah klaim polisi yang menyebut ada kerumunan massa di lokasi tersebut.

"Mereka kan jalan-jalan ke Rumah Sakit Maren. Arah balik dari sana itu, tiba-tiba ada mobil Brimob, setop di situ. Ini saya kasih tahu, ini mereka cuma berdua saja," ujar Rijik sebagaimana dikutip dari kanal YouTube tvOne, Minggu (22/2/2026).

Rijik menegaskan bahwa Bripda Masias diduga langsung melayangkan pukulan menggunakan helm ke arah wajah Arianto tanpa adanya peringatan atau isyarat terlebih dahulu.

"Pas sampai di TKP ini, dia (Arianto) kaget oknum Brimob ini (Bripda Masias) membawa helm dan langsung memukul wajahnya," ungkap Rijik.

Akibat benturan keras tersebut, Arianto yang tengah mengendarai motor menabrak motor kakaknya hingga keduanya terjatuh. Rijik juga menyatakan kekecewaannya terhadap cara oknum petugas memperlakukan anaknya sesaat setelah kejadian.

"Yang saya sesalkan itu, mereka ngangkat anak saya seperti binatang itu," tambahnya.

Status Tersangka dan Ancaman Hukuman

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polda Maluku melalui Polres Kota Tual telah melakukan gelar perkara pada Jumat (20/2/2026). Hasilnya, Bripda Masias Siahaya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob tersebut kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kota Tual untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni:

  • Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak: Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
  • Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru): Terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.
  • Pihak kepolisian memastikan akan memproses kasus ini secara transparan guna memberikan keadilan bagi keluarga korban Arianto Tawakal

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beda Versi Kronologi Polisi dan Keluarga soal Bripda Masias Pukul Arianto Pakai Helm hingga Tewas

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang