Amarah Antonio Conte Setelah Dilibas Sang Murid Cesc Fabregas
Napoli racikan Conte gugur di perempat final Coppa Italia 2025-2026 usai takluk dari Como besutan Fabregas. Conte menumpahkan amarah terhadap wasit.
Kekalahan Napoli dari Como 1907 di perempat final Coppa Italia 2025-2026 terasa pahit bagi Antonio Conte.
Antonio Conte melihat Napoli asuhannya kalah adu penalti dengan skor 6-7 dari Como 1907, tim yang dilatih oleh mantan anak didiknya, Cesc Fabregas.
Adu penalti harus digelar setelah duel perempat final Coppa Italia 2025-2026 Napoli vs Como di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa (10/2/2026) atau Rabu dini hari WIB, berkesudahan 1-1 di waktu normal.
Como membuka skor lebih dulu berkat sepakan penalti Martin Baturina (39'). Napoli kemudian menyamakan kedudukan melalui Antonio Vergara (46').
Duel di waktu normal menyisakan ganjalan bagi Conte. Ia menilai wasit Gianluca Manganiello tidak membuat keputusan. yang tepat terkait insiden di akhir babak pertama.
Kubu Napoli merasa bek Como Jacobo Ramon melakukan pelanggaran taktis kepada Rasmus Hojlund dan mencegah kans Napoli mencetak gol.
Pelanggaran yang masuk kategori "dogso" (denial of obvious goalscoring opportunity) semestinya berujung dengan kartu merah.
Namun, kenyataanya wasit cuma mengganjar Ramon kartu kuning. Tidak ada pula tinjauan VAR (Video Assistant Referee) untuk kejadian pelanggaran Jacobo Ramon.
“Jangan selalu membahas wasit, karena pasti akan selalu ada yang mengeluh,” kata Conte kepada Sport Mediaset, dilansir dari Football Italia.
“Ini jelas bukan musim yang baik bagi wasit dan VAR, saya berharap mereka bisa menemukan sesuatu yang dapat memperbaiki situasi ini."
"Faktanya, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan suporter, jadi sepak bola harus melangkah maju dan berbenah, karena sama seperti kami meningkatkan tim kami, Rocchi juga harus meningkatkan kualitas para wasit dan petugas VAR.”
“Ini tidak baik untuk sepak bola, ini tidak baik untuk kami,” ujar Conte mengeluh.
Antonio Vergara merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara SSC Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona di Naples pada 31 Januari 2026. (Foto oleh CARLO HERMANN / AFP)
Conte Puji Pemain Napoli
Situasi bertambah pahit bagi Conte dan pasukannya karena mereka kalah di babak adu penalti.
Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menjalankan tugas sebagai algojo di babak tos-tosan. Sementara, hanya satu yakni Maximo Perrone, dari delapan penendang Como yang tak bisa menjaringkan bola ke gawang.
Dengan demikian, Napoli gugur di Coppa Italia. Musim ini, tim beralias Il Partenopei juga sudah angkat koper di ajang Liga Champions.
Walau begitu, Conte tetap angkat topi bagi pemainnya.
“Saya memberi kredit kepada para pemain, karena jelas tidak mudah menghadapi Como dengan skuad lengkap yang tersedia, yang sudah beristirahat selama 10 hari,” tutur Conte.
“Kami datang dari pertandingan melawan Genoa tiga hari lalu, yang kami akhiri dengan 10 pemain dan kembali kehilangan satu pemain karena cedera, karena Scott McTominay sangat penting bagi kami,” ucapnya menyinggung absensi McTominay.
Sang Guru Takluk dari Murid
Conte merasa anak asuhnya sudah melakukan yang terbaik kala melawan tim asuhan Fabregas, sosok yang pernah dibesutnya di Chelsea.
Ya, semasa masih aktif bermain, Fabregas pernah menjadi anak didik Conte di Chelsea. Mereka sama-sama membela panji Chelsea pada rentang 2016-2018.
Dalam arahan Conte, Fabregas menciptakan 10 gol dan memberikan 22 assist dalam 86 laga bersama Chelsea.
“Saya hanya bisa memuji para pemain ini, karena kami sedang mendorong diri melampaui potensi kami saat ini. Kami memiliki sangat sedikit sumber daya yang tersedia, yang jelas sama sekali tidak sebanding dengan ambisi yang seharusnya kami miliki musim ini.”
“Meski begitu, para pemain tampil luar biasa. Como melaju ke semifinal, kami memenangkan Piala Super Italia dan Scudetto dalam satu setengah tahun terakhir," ucap Conte.
Conte sadar tak mudah untuk mencapai hasil maksimal di tengah badai cedera yang melanda tim.
"Ini mengecewakan, karena ada musim-musim di mana Anda ingin melakukan lebih banyak, tetapi melihat skuad yang kami miliki saat ini, pelatih mana pun akan kesulitan.”
“Saya berterima kasih kepada para penggemar, yang bisa melihat usaha yang kami lakukan melawan skuad Como yang lengkap."
"Terlepas dari semua kesulitan, kami hanya terpaut beberapa sentimeter dari lolos ke semifinal,” kata eks pelatih Atalanta, Siena, Juventus, Chelsea, dan Timnas Italia itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang