BYD Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik Nasional

 Sejak hadir di Indonesia, BYD berhasil mendorong penjualan mobil listrik di Indonesia. Hal ini terlihat dari pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum kehadiran BYD, penjualan EV Tanah Air hanya menguasai 2 persen dari total pasar mobil di Indonesia. Namun setelah BYD masuk pada 2024, persentasenya tumbuh secara signifikan.

Ketika itu, penjualan mobil listrik mengalami pertumbuhan dan pasar EV di Indonesia naik ke 5 persen. Angka tersebut kemudian kembali meningkat pada 2025 dengan market share mencapai 13 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa mobil yang ditawarkan BYD telah berhasil mendapat respons positif dari masyarakat. Sehingga tidak mengherankan bila pertumbuhan EV di Tanah Air melonjak signifikan.

BYD

Dominasi BYD terhadap pasar kendaraan listrik terlihat dari banyaknya mobil yang berhasil mereka jual. Pada 2025, mereka telah melepas sedikitnya 54 ribu unit kendaraan listrik di Tanah Air.

Jumlah itu setara dengan 52 persen dari total pasar mobil listrik nasional. Prestasi ini mengukuhkan mereka sebagai brand yang berhasil menjawab kebutuhan berkendara masyarakat di Tanah Air.

Catatan positif pun terus berlanjut ke Januari 2026 yang mencatatkan angka penjualan 64.000 unit. Angka itu naik 3 persen dari periode serupa tahun sebelumnya yang sebanyak 62.000 unit.

Mobil listrik pun masih mendapat sorotoan karena berhasil menyumbang penjualan sebesar 8.000 unit. Jumlah ini naik tiga kali lipat dibanding Januari 2025 yang hanya 2.500 unit.

BYD
Sedangkan penjualan BYD di Januari 2026 mencapai angka 5.200 unit. Jumlah ini tumbuh lima kali lipat dari periode serupa tahun lalu yaitu 1.100 unit.

Angka ini membuat BYD menguasai market share lebih dari 60 persen. Sebuah sinyal positif dalam mengawali tahun 2026.

Sepanjang 2025, ada beberapa model yang menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah BYD Atto 1 yang menjadi mobil listrik paling laris di Indonesia dengan penjualan sebesar 22.582 unit.

Harga yang kompetitif dan dimensinya yang ringkas berhasil menarik minat masyarakat. Tak mengherankan bila penjualannya langsung melesat setelah peluncurannya di pertengahan 2025.

Sementara itu, BYD M6 juga mendapat respons positif dari masyarakat. Sepanjang 2025, MPV listrik ini berhasil terjual sebanyak 10.993 unit.

Hadir dengan kapasitas cukup besar, BYD M6 berhasil menarik minat pelanggan, khususnya yang sudah berkeluarga. Terlebih, mobil ini sudah dilengkapi baterai berkapasitas 71,8 kWh, cukup untuk menempuh perjalanan sejauh 530 km.

Penjualan BYD

Kemudian, BYD Sealion juga berhasil mendapat respons positif dari masyarakat. Hadir sebagai SUV listrik, mobil ini telah terjual 8.402 unit sepanjang tahun.

Mobil ini telah dibekali baterai 82,5 kWh untuk menempuh jarak hingga 567 km dalam satu kali pengisian daya.

Tak ketinggalan di segmen premium, Denza D9 juga menjadi primadona baru. Mobil ini telah terjual 7.474 unit sepanjang 2025.

Denza D9 memakai baterai Blade Battery berkapasitas 103,36 kWh, dapat menghasilkan tenaga 308 hp dan torsi puncak 360 Nm yang disalurkan ke roda depan (FWD/Front Wheel Drive).

Berkat baterai berkapasitas besar, jarak tempuh yang ditawarkan adalah 600 km berdasarkan metode pengetesan NEDC.