Momen Spesial Ernando Ari di Persebaya, Tepisan Penalti Lawan Arema Paling Berkesan
Penjaga gawang utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari, baru saja menorehkan tinta emas dalam karier profesionalnya.
Ernando Ari resmi mencatatkan 100 penampilan bersama Bajul Ijo, julukan Persebaya Surabaya.
Pencapaian ini menjadi bukti loyalitas dan konsistensi sang pemain sejak dipromosikan dari tim junior pada tahun 2020 silam.
Perjalanan Ernando Ari untuk mencapai angka keramat ini tidaklah instan.
Ia harus melewati berbagai tantangan, mulai dari debut yang pahit hingga akhirnya menjadi pilar tak tergantikan di bawah mistar gawang.
Kini, di tengah persaingan ketat Super League 2025-2026, sosoknya tetap menjadi tumpuan utama bagi publik sepak bola Surabaya.
Ernando Ari memulai langkahnya di tim senior setelah tampil gemilang bersama Persebaya U20.
Debut profesionalnya tercatat pada kompetisi Liga 1 2021-2022 saat menghadapi Borneo FC.
Meski langsung dipercaya sebagai starter, laga perdana itu berakhir kurang memuaskan karena Persebaya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3.
Namun, kegagalan di awal tidak membuatnya patah arang. Perlahan tapi pasti, kiper asal Semarang ini mengasah kemampuannya hingga mendapatkan tempat utama dan kepercayaan dari jajaran pelatih.
Baginya, bisa mengawal gawang Persebaya dalam seratus laga adalah sebuah kehormatan besar.
"Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya."
"Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini," kata Ernando Ari dikutip dari situs resmi klub.
Memori Heroik di Derby Jatim
Dari seratus pertandingan yang telah dilalui, pemain berusia 24 tahun ini menyebutkan satu momen yang paling melekat di ingatannya.
Pemain Persebaya Surabaya Milos Raikovic dan penjaga gawang Ernando Ari saat laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.
Momen tersebut terjadi pada musim 2022-2023 dalam laga krusial melawan rival abadi, Arema FC.
Bertanding di Stadion PTIK, Jakarta, Persebaya yang sedang unggul tipis berkat gol Muhammad Iqbal hampir saja kehilangan poin penuh saat wasit menunjuk titik putih untuk Singo Edan.
Namun, Ernando tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan penalti tersebut di menit-menit akhir pertandingan.
"Kalau bicara momen yang paling berkesan, tentu saat saya menepis penalti Arema di Jakarta."
"Itu momen yang sangat krusial dan itu jadi kenangan yang sangat berarti buat saya pribadi," ujarnya.
Kunci Konsistensi dan Target Juara
Keberhasilan Ernando mempertahankan posisi utama selama bertahun-tahun di Persebaya Surabaya berakar pada disiplin yang tinggi.
Ia menekankan bahwa profesionalisme di dalam maupun di luar lapangan adalah kunci untuk terus mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.
"Konsisten saat latihan, konsisten di luar lapangan, menjaga kondisi tubuh dan kebugaran."
"Dari situ, kepercayaan itu bisa terus saya balas, apalagi pelatih juga selalu memberi saran dan arahan agar saya bisa tampil lebih baik dan terus dipercaya di laga-laga berikutnya," katanya.
Setelah mencapai tonggak 100 laga, ambisi besar kini dicanangkan oleh pemilik nomor punggung 21 tersebut.
Ia belum merasa puas sebelum bisa memberikan trofi tertinggi bagi masyarakat Surabaya.
"Target saya tentu ingin membawa Persebaya Surabaya menjadi juara. Secara pribadi, ambisi saya adalah selalu tampil maksimal di setiap pertandingan."
"Memberikan kontribusi terbaik demi membawa Persebaya meraih gelar," tutup Ernando Ari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang