Persija Gercep Rekrut Bek Brasil Paulo Ricardo, Gaji Miliaran Tapi Nilainya Masih di Bawah Rizky Ridho
Persija Jakarta tak mau setengah hati memasuki paruh kedua Super League 2025 2026. Macan Kemayoran langsung tancap gas dengan mendatangkan amunisi anyar di sektor yang selama ini menjadi sorotan, yakni lini belakang.
Klub ibu kota resmi mengamankan tanda tangan bek asal Brasil, Paulo Ricardo. Pemain berusia 31 tahun itu diharapkan menjadi solusi instan untuk memperkokoh pertahanan sekaligus menjaga asa Persija tetap bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Paulo Ricardo bukan sosok sembarangan. Bek kelahiran Laguna, Brasil, 13 Juli 1994 tersebut punya pengalaman panjang yang terbilang komplet.
Karier profesionalnya ditempa di Santos FC, salah satu klub besar Brasil yang dikenal melahirkan banyak pemain top. Dari sana, ia merasakan atmosfer sepak bola Eropa bersama FC Sion di Swiss.
Tak berhenti di situ, Paulo sempat dipinjamkan ke Fluminense dan Goiás untuk menjaga menit bermainnya tetap stabil. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Figueirense sebelum kembali merantau.
Petualangannya berlanjut ke Eropa Utara. Bersama Kuopion Palloseura atau KuPS di Finlandia, Paulo menemukan performa terbaiknya. Ia tampil reguler dan menjadi pilar penting di jantung pertahanan tim.
Ia juga sempat merasakan kerasnya kompetisi Timur Tengah dengan bermain di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sebelum akhirnya kembali lagi ke Finlandia. Bahkan, ia mencicipi atmosfer laga antarklub Eropa yang menuntut fisik dan mental kuat.
Dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan, Paulo diproyeksikan menjadi tembok baru di lini belakang Persija.
Manajemen pun tak ragu dengan kualitasnya.
“Paulo Ricardo adalah pemain dengan banyak pengalaman. Kami percaya kehadirannya akan memberikan dimensi baru di lini belakang Persija, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dari sisi mental dan kedewasaan bermain. Apa yang kami instruksikan kepadanya sangat jelas, yaitu harus membantu Persija meraih trofi di akhir musim ini,” ujar Manajemen Persija, Mohamad Prapanca dalam keterangan resminya.
Paulo sendiri mengaku tertantang merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.
“Saya pikir bermain di Persija adalah tantangan baru. Negara yang berbeda, budaya yang berbeda, mungkin juga sepak bola yang berbeda, tetapi sedang berkembang pesat. Tantangan baru selalu menjadi hal yang baik untuk menguji diri saya,” kata Paulo.
“Soal target tentu menjadi juara. Berusaha melakukan segalanya, memberikan segalanya di lapangan, dan menjadi juara,” lanjutnya.
Nilai Pasar dan Perkiraan Gaji
Meski datang dengan label pengalaman Eropa, menariknya nilai pasar Paulo Ricardo ternyata belum menjadi yang tertinggi di skuad Persija.
Berdasarkan data Transfermarkt per Januari 2026, valuasi Paulo berada di kisaran Rp5,21 miliar. Angka tersebut masih kalah jauh dibanding kapten tim sekaligus bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho.
Ridho justru memiliki nilai pasar sekitar Rp11,30 miliar, hampir dua kali lipat lebih tinggi. Ia bahkan disebut sebagai salah satu pemain lokal termahal di Super League saat ini.
Perbandingan ini menunjukkan dua pendekatan berbeda. Paulo direkrut sebagai solusi cepat dengan segudang pengalaman, sementara Ridho adalah investasi jangka panjang klub.
Dalam praktik sepak bola profesional, nilai pasar biasanya berkorelasi dengan besaran kontrak. Dengan status free agent alias tanpa biaya transfer, Persija punya ruang lebih leluasa mengatur struktur gaji.
Untuk ukuran pemain asing berpengalaman, Paulo diperkirakan menerima bayaran di kisaran Rp4 sampai Rp6 miliar per musim, tergantung durasi kontrak serta bonus performa.
Nominal itu masih tergolong rasional jika melihat perannya sebagai pemimpin lini belakang.
Potensi Gantikan Thales Lira
Kedatangan Paulo juga memunculkan spekulasi soal masa depan Thales Lira. Bek asal Brasil itu disebut sebut berpeluang dilepas karena ada ketertarikan dari klub lain.
Dari sisi valuasi, Paulo sedikit lebih unggul. Nilai pasar Thales berada di sekitar Rp4,78 miliar. Selisih tipis tersebut dinilai wajar mengingat pengalaman internasional Paulo yang lebih luas.
Jika benar terjadi perombakan, maka Persija jelas sedang menyusun ulang pertahanan dengan pendekatan yang lebih matang dan berorientasi hasil instan.