Tanpa Insentif, Harga BYD Atto 1 Dipertahankan Rp 199 Juta

 BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk menjaga harga jual mobil listrik mereka buat konsumen Tanah Air, meskipun saat ini insentif Electric Vehicle (EV) impor dihentikan.

Perlu diketahui BYD saat ini memiliki kewajiban untuk merakit mobil listrik sesuai dengan jumlah impor yang telah terjual secara retail di dalam negeri.

Sempat ada dugaan bahwa harga mobil listrik BYD termasuk model termurah mereka, Atto 1 bakal naik pesat pasca insentif disetop.

Apalagi unitnya berpeluang masih berstatus Completely Built Up (CBU) alias impor utuh dari Cina.

Tidak Semua Varian BYD Atto 1 Harganya Naik, Simak Detailnya

Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan harga BYD Atto 1 dan lini mobil listrik mereka yang lain masih akan dijual dengan banderol itu.

“Sampai saat ini, kita masih menggunakan harga yang sama seperti tahun lalu. Belum ada perubahan, walaupun kita sedang dalam proses kalkulasi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, belum lama ini.

Memang sempat ada kenaikan harga BYD Atto 1 tipe terendah, sebelumnya debut dengan banderol Rp 195 jutaan on the road Jakarta.

Tidak lama setelah peluncurannya ada penyesuaian menjadi Rp 199 juta. Di 2026, angkanya belum berubah lagi.

Luther menegaskan meskipun tanpa insentif BYD meyakini lini kendaraan listrik mereka tetap diminati konsumen karena kualitasnya.

“Sehingga ada insentif ataupun tidak, kami percaya diri dengan produk yang kita miliki,” tegas Luther.

Dia tidak menampik, sinyal positif pertumbuhan penjualan mobil baru perlahan terlihat di awal 2026.

“Mudah-mudahan BYD bisa mempertahankan level penerimaan yang diinginkan oleh konsumen, berbanding dengan produknya,” ucap Luther.

Merek Mobil Listrik Terlaris November 2025, BYD Masih Memimpin

Sekadar informasi, BYD menawarkan berbagai lini mobil listrik mulai dari hatchback Dolphin, SUV Atto 3 dan Sealion 7, sedan Seal, MPV M6 sampai city car BYD Atto 1.

Atto 1 sempat menjadi tulang punggung penjualan BYD saat awal peluncuran dan disalurkan ke diler sampai lebih dari 9.000 unit.

Kehadiran BYD Atto 1 bahkan dinilai berpotensi merusak pasar Low Cost Green Car (LCGC) yang mengincar konsumen entry level.