Paduan Tenun NTT dan Motif Perancis dalam Koleksi Raya Gita Orlin

Indonesia Fashion Aesthetic, IFA 2026, Gita Orlin, Paduan Tenun NTT dan Motif Perancis dalam Koleksi Raya Gita Orlin

Desainer Gita Orlin membawa napas baru dalam industri busana muslim dengan memadukan kekayaan lokal dan estetika Eropa.

Ia merilis koleksi busana Hari Raya Idul Fitri bertajuk "Damas en Fleurs", dan dipamerkan secara eksklusif dalam gelaran Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

"Di acara ini, kamu mengeluarkan tema 'Damas en Fleurs'. Itu terinspirasi dari motif tenun ikat Indonesia, tapi dimodifikasi ada motif damask," ungkap Gita dalam konferensi pers IFA 2026 di lokasi, Selasa.

Koleksi untuk menyambut bulan Ramadhan ini lahir dari inspirasi yang kontras namun harmonis, yakni perkawinan antara tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan motif damas ala Perancis.

Perpaduan budaya dan filosofi motif

Gita menjelaskan bahwa koleksi kali ini merupakan perpaduan motif yang benar-benar spesial. Secara filosofis, tenun ikat NTT mencerminkan identitas budaya dan kearifan lokal yang melambangkan perlindungan.

Sementara itu, motif damas mewakili kemewahan klasik yang identik dengan gaya Barok.

Indonesia Fashion Aesthetic, IFA 2026, Gita Orlin, Paduan Tenun NTT dan Motif Perancis dalam Koleksi Raya Gita Orlin

Koleksi dari desainer Gita Orlin dalam Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

"Kami juga mengeluarkan 15 look dengan satu look laki-laki. Koleksi ini dominan warna burgundy, nude, oranye, dan berbagai warna, dengan motif tenun dan perkawinan damas, dengan cutting ada two piece, three piece, outer, dan inner," ujar dia.

Secara keseluruhan, Gita menghadirkan siluet yang variatif, mulai dari full klok, loose dress, baby doll, hingga potongan mermaid. Tersedia pula pilihan vest, rok mermaid, serta palazo yang fleksibel untuk dipadu padankan (mix and match).

Detail feminin dan material premium

Sesuai dengan ciri khas desainnya, Gita tetap menonjolkan sisi feminin melalui detail puffy sleeve dan aksen frill pada bagian lengan. Kemewahan busana semakin dipertegas dengan sentuhan bordir manual, payet, dan kilauan Swarovski.

Indonesia Fashion Aesthetic, IFA 2026, Gita Orlin, Paduan Tenun NTT dan Motif Perancis dalam Koleksi Raya Gita Orlin

Koleksi dari desainer Gita Orlin dalam Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Untuk material, selain kain cetak bermotif eksklusif, koleksi "Damas en Fleurs" juga memanfaatkan kain premium seperti tissue silk, sifon sutra, organza, beludru, dan lace. Pilihan bahan ini memberikan kesan kaya tekstur yang memberikan dimensi mewah tanpa terasa berat saat dikenakan.

Koleksi inklusif untuk segala usia

Gita merancang desain ini agar dapat dikenakan secara inklusif oleh wanita lintas generasi, mulai dari usia 15 sampai 70 tahun.

Melalui koleksi "Damas en Fleurs", ia berharap para wanita muslim dapat tampil lebih modis dan elegan di momen istimewa Hari Raya Idul Fitri.

"Harapan saya tentunya, untuk para wanita muslim yang menggunakan koleksi Gita Orlin, bisa tampil semakin modis dan elegan di Hari Raya yang spesial ini," pungkas Gita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang