Atlet Paralimpik Turun Lintasan di Solo, Gaungkan Semangat Lari Inklusif

para atlet disabilitas tampil di Run for Disabilities: Run for Inclusivity
para atlet disabilitas tampil di Run for Disabilities: Run for Inclusivity

 Semangat sportivitas dan inklusivitas berpadu di Stadion Manahan, Solo. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar BTN Run for Disabilities: Run for Inclusivity, sebuah ajang lari bersama atlet paralimpik yang menjadi bagian dari rangkaian Road to BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026.

Event ini diikuti para atlet disabilitas dan tokoh penting nasional, di antaranya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Direktur Risk & Management BTN Setiyo Wibowo, serta Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto. Mereka turun langsung ke lintasan, berlari berdampingan dalam satu semangat: olahraga untuk semua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sekadar ajang lari, BTN Run for Disabilities menjadi panggung penegasan komitmen BTN dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi DNA perseroan, bukan sekadar program CSR semata.

“Lari adalah olahraga paling inklusif. Semua bisa ikut, termasuk teman-teman disabilitas. Filosofinya sama dengan BTN, kami ingin menjadi bank yang hadir untuk semua,” ujar Setiyo usai berlari bersama atlet paralimpik, Sabtu (7/2).

Menurut Setiyo, dukungan BTN terhadap inklusivitas tidak berhenti pada layanan perbankan. Perseroan juga aktif mendorong olahraga, kesehatan, dan pemberdayaan atlet disabilitas melalui aksi nyata di lapangan.

“Melalui Run for Disabilities sebagai bagian dari Road to BTN Jakim, kami ingin menunjukkan bahwa BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tapi juga konsisten mendorong gaya hidup sehat, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam momentum tersebut, BTN turut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas atlet paralimpik. BTN juga memastikan 10 pelari disabilitas akan tampil di BTN Jakim 2026, sekaligus menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta lari.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menilai kegiatan ini sebagai dorongan kuat bagi masyarakat untuk lebih aktif bergerak. Ia menyebut minimnya aktivitas fisik sebagai salah satu penyebab utama penyakit di Indonesia.

“Kurang aktivitas fisik masuk lima besar penyebab penyakit di Indonesia. Lari itu murah, sehat, dan inklusif. Modalnya cuma sepatu. Teman-teman disabilitas saja bisa, masa kita yang sehat tidak?” kata Budi.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi langkah BTN yang secara nyata melibatkan atlet disabilitas dalam event olahraga nasional.

“Kami paham pentingnya sistem pendukung bagi atlet disabilitas, dari fasilitas hingga masa depan mereka. BTN Jakim memberi ruang nyata bagi mereka. Ini juga memperkuat Solo sebagai kota inklusif,” ujar Respati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi induk olahraga, Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto menilai BTN Run for Disabilities sebagai langkah strategis membangun ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini membuka mata masyarakat. Orang tua dengan anak disabilitas bisa melihat peluang prestasi di olahraga. Kami sangat mengapresiasi BTN atas dukungan yang konsisten,” tutup Rima.