Lahir Gelombang Baru Lewat Kolaborasi
DHL Express Indonesia bersama Machine56 resmi meluncurkan koleksi fesyen perdana yang meramu kecepatan, presisi, dan estetika cyber-modern dalam sebuah kapsul yang terasa futuristik, fungsional, dan selaras dengan ritme hidup masa kini.
Machine56, lahir di Bandung, Jawa Barat, dan kini melangkah ke panggung internasional, dikenal lewat tipografi terenkripsi dan visual siber yang terinspirasi manga.
Dalam kolaborasi ini, estetika tersebut bertemu dengan sistem visual DHL yang begitu ikonik. Bukan sekadar penempelan logo, melainkan sebuah dialog.
Koleksi ini diciptakan bukan hanya untuk dikenakan, tetapi untuk bercerita tentang pergerakan, tentang sistem, dan tentang orang-orang di baliknya.
Dalam koleksi kapsul ini, brand menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam dialog yang hidup dengan identitas merah-kuning DHL yang ikonik.
Elemen airway bill, kode industri, dan sistem penandaan logistik menjadi pondasi desain, dikonseptualisasikan, dilapisi, dan diolah melalui tipografi kompleks khas Machine56.
Mulai dari jaket, pullover, messenger bag, lanyard, hingga T-shirt, setiap produk memadukan fungsi sehari-hari, karakter visual yang tegas, dan gaya hidup dinamis.
"Kami sejak awal adalah memastikan segala hal bisa terus bergerak. Dengan adanya kolaborasi ini maka kami mengeksplorasi kemungkinan yang lahir ketika ide dan kreativitas saling bertemu dan membuka cara pandang baru," kata Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad.
Bagi DHL Express Indonesia, koleksi kapsul ini menandai cara baru dalam membangun koneksi dengan generasi audiens yang terus berkembang, para wirausahawan muda, perajin, content creator, dan komunitas internasional yang menempatkan nilai dan estetika secara seimbang.
"Machine56 merepresentasikan wajah kreativitas Indonesia yang disiplin, autentik, dan mampu bersaing di panggung global," tuturnya.
Sementara bagi Machine56, kolaborasi ini terasa jauh lebih personal. Menurut dia, bukan sekadar pertemuan dua dunia tetapi bagian dari perjalanan panjang yang bermula dari sebuah studio kecil.
"Kami tidak pernah membangun Machine56 untuk diberi label 'lokal' atau 'global'. Fokus kami selalu pada kejujuran terhadap bahasa visual kami sendiri. Ketika brand global seperti DHL melihat dan mengakui hal itu, rasanya seperti pengingat kuat bahwa kreativitas Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung internasional tanpa harus berkompromi," ungkap Pendiri dan Direktur Kreatif Machine56, Rajaya Yogaswara.
Bekerja dengan sistem visual ikonis milik DHL justru menjadi tantangan kreatif tersendiri.
Ia mengaku memperlakukan identitas layaknya sebuah cetak biru teknis, lalu menyuntikkan energi khas Machine56 ke dalamnya.
Ketegangan antara struktur dan ekspresi itulah yang membuat koleksi ini benar-benar hidup.
Hal itu karena bagi brand global, identitas yang autentik jauh lebih bernilai dibanding sekadar mengikuti arus tren.
Ia memandang momen ini sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar, yakni membawa ekosistem kreatif Indonesia melangkah dengan percaya diri ke panggung dunia.
"Koleksi kapsul tersebut diproduksi secara eksklusif secara global yang menggambarkan tentang intensi, pergerakan, dan lahirnya narasi baru Indonesia," jelas Rajaya.