Filosofi ‘Tools, Not Platform’, Arah Baru Fuomo di 2026
Fuomo membuka tahun baru dengan langkah strategis untuk mempertegas posisinya sebagai creator tools, bukan sekadar platform.
Setelah fase beta launch pada 2025 yang difokuskan pada validasi kebutuhan content creator, kini memperkuat pondasi melalui kolaborasi lintas benua.
Bergabungnya Kevin Lee dari Korea Selatan sebagai chief financial officer (CFO) dan Cornelius dari Eropa sebagai chief technology officer (CTO), menandai keseriusan Fuomo membangun tools monetisasi kreator dengan standar global, namun tetap relevan.
Meski begitu, arah bisnis Fuomo sejak awal tidak berubah, yakni membantu content creator memperoleh pendapatan yang lebih adil, jelas, dan berkelanjutan dari karya mereka sendiri.
Chief Executive Officer Fuomo, Marcell Tee, menegaskan bahwa masalah utama para content creator bukan pada kreativitas atau audiens, melainkan pada sistem monetisasi yang sering kali tidak transparan.
“Kami ingin mereka (content creator) punya kontrol penuh atas pendapatannya dan memahami dengan jelas bagaimana mereka dibayar. Fuomo dibangun sebagai tools yang memberi kepastian, bukan ketergantungan,” ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.
Dalam praktiknya, Fuomo menawarkan skema monetisasi yang transparan dan berpihak pada centent creator.
Seperti komisi 10 persen untuk penjualan konten digital dan 3 persen untuk dukungan langsung dari penggemar.
Content creator dapat menjual konten eksklusif seperti foto, ilustrasi, dan voice note, serta tengah mempersiapkan penambahan dua kategori baru, yaitu video dan teks.
Seluruh fitur ini terintegrasi dengan analitik audiens untuk membantu mereka memahami komunitasnya dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berkarya maupun berbisnis.
Sebagai informasi, Fuomo lahir dari kebutuhan nyata content creator akan alat yang membantu mereka mengelola karya, komunitas, dan pendapatan secara mandiri.
Nama Fuomo merangkum lima nilai utama, yakni Fans, Unlimited, Opportunity, Monetization, dan Outreach.
"Kelima nilai ini menjadi landasan dalam merancang tools yang memberi kebebasan berekspresi, membuka peluang monetisasi, dan memperluas jangkauan para content creator tanpa mengorbankan kepemilikan karya," jelas Tee.
Di tengah maraknya platform digital, Fuomo mengambil pendekatan berbeda dengan filosofi “tools, not platform”. Prinsip ini tercermin dalam struktur monetisasi Fuomo yang sederhana dan mudah dipahami.
Lalu, dari sisi teknologi, Fuomo dibangun sebagai creator tools berbasis cloud yang scalable, stabil, dan aman.
Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung content creator dari berbagai level, baik yang baru memulai maupun yang sudah memiliki basis pendukung yang solid.
"Kami ingin dikenal sebagai tools monetisasi kreator berbasis cloud dan AI yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," paparnya. Dari sisi perlindungan, hak content creator adalah pondasi utama ekosistem Fuomo.
"Hak cipta sepenuhnya milik mereka (content creator) dan tidak bisa dinegosiasi. Peran kami adalah memastikan seluruh proses berjalan aman, jelas, dan akuntabel agar kreator bisa fokus berkarya,” tegas Tee.