Inside ByteDance: Virtuenet dan ByteDance Tunjukkan Cara Baru Kolaborasi Digital Lewat Lark
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan akan efisiensi kerja lintas tim, kolaborasi digital kini menjadi pondasi utama dalam strategi pertumbuhan perusahaan modern.
Platform terpadu seperti Lark hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menggabungkan komunikasi, dokumen, rapat, hingga persetujuan kerja dalam satu sistem terintegrasi.
Konsep inilah yang menjadi sorotan dalam acara “Inside ByteDance: A Tour of Our Physical & Digital Workplace”, hasil kolaborasi antara Virtuenet, divisi ICT dari PT Prasetia Dwidharma, dan ByteDance, yang digelar pada 14 Oktober 2025 di kantor pusat ByteDance Indonesia, Sinarmas Land Plaza, Sudirman.
Acara ini dihadiri oleh 36 pemimpin industri dari sektor creative agency, retail, teknologi, dan digital business solutions.
Inside ByteDance: A Tour of Our Physical & Digital Workplace
Mereka diajak untuk melihat langsung bagaimana ByteDance menerapkan teknologi kolaborasi digital dalam mendukung operasional globalnya menggunakan Lark.
Sesi pertama dibawakan oleh Felix Hu, Regional Sales Director Lark ByteDance, yang menjelaskan peran Lark sebagai platform inti kolaborasi dalam ekosistem kerja ByteDance.
Ia memaparkan bahwa integrasi fitur seperti chat, meeting, dokumen, dan workflow membantu ribuan karyawan ByteDance di seluruh dunia tetap terhubung dan produktif secara real-time, meskipun bekerja lintas negara dan zona waktu.
Sesi kedua menghadirkan Lydia Susanti, Co-Founder & COO Social Bread, yang membagikan kisah sukses transformasi digital di perusahaannya menggunakan Lark.
Inside ByteDance: A Tour of Our Physical & Digital Workplace
Melalui penerapan fitur seperti Lark Chat, Docs, dan Base, Social Bread berhasil mengelola proyek klien dengan lebih efisien, memperkuat koordinasi antar tim, serta mempercepat pengambilan keputusan.
Para peserta yang hadir, terutama dari industri agensi kreatif, menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa relevan dengan tantangan yang dipaparkan Lydia terkait kolaborasi multi-proyek di era digital.
Selanjutnya, Ikrar Pradana, Agency Partnerships Lead Indonesia TikTok for Business, memaparkan sinergi antara TikTok for Business dan Lark yang saling melengkapi dalam mendukung kolaborasi dan kreativitas di lingkungan kerja modern.
Ia menekankan pentingnya peran teknologi kolaborasi digital sebagai fondasi untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan bisnis di tengah perkembangan industri berbasis data dan AI.
Inside ByteDance: A Tour of Our Physical & Digital Workplace
Selama acara, Shah Reza Effendi, General Sales Manager PT Prasetia Dwidharma, berperan sebagai moderator yang memandu sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif.
Peserta aktif bertanya mengenai otomasi proses kerja, keamanan data, hingga strategi penerapan digital workspace untuk berbagai skala bisnis.
Acara kemudian ditutup dengan sesi networking, di mana para peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan tim ByteDance dan Virtuenet untuk menjajaki peluang kolaborasi di masa mendatang.
Acara Inside ByteDance menjadi bukti nyata bagaimana transformasi digital dapat diimplementasikan secara praktis di berbagai sektor industri. Melalui kolaborasi Virtuenet dan ByteDance, para peserta mendapatkan wawasan langsung mengenai pentingnya kolaborasi terpadu dalam membangun efisiensi dan produktivitas di era kerja modern.
Bagi banyak perusahaan di Indonesia, momen seperti ini membuka kesempatan untuk lebih mendalami bagaimana teknologi kolaborasi digital bisa membawa dampak positif pada kinerja tim, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga fleksibilitas operasional yang semakin penting di dunia bisnis yang cepat berubah.
Sebagai Platinum Partner resmi Lark, Virtuenet siap membantu perusahaan untuk memahami lebih dalam bagaimana Lark dapat mendukung tim mereka dalam berkolaborasi lebih efisien dan terintegrasi.