Prediksi Juara Liga Champions Versi Superkomputer, Real Madrid Terpuruk

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe
Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe

 Superkomputer Opta kembali merilis proyeksi peluang juara Liga Champions berdasarkan performa fase liga, kekuatan skuad, dan jalur pertandingan menuju final. Hasilnya menghadirkan satu nama di puncak, dengan jarak yang cukup mencolok dari para pesaing.

Mengutip laporan Sports Illustrated, Arsenal muncul sebagai kandidat terkuat versi superkomputer. The Gunners memuncaki fase liga dengan delapan kemenangan beruntun dan diberikan peluang sebesar 30,64 persen untuk menjuarai Liga Champions. 

Angka tersebut menjadikan Arsenal unggul jauh dibanding klub lain, sekaligus menempatkan mereka sebagai favorit utama meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.

Pemain Arsenal

Di bawah Arsenal, Bayern Munich menempati posisi kedua dengan peluang 15,00 persen. Satu-satunya kekalahan Bayern di kompetisi Eropa musim ini justru datang dari Arsenal di Emirates Stadium. 

Selebihnya, tim asuhan Vincent Kompany tampil stabil dan nyaris tanpa cela. Keunggulan poin mereka di Bundesliga juga memberi ruang untuk memfokuskan energi pada fase-fase krusial Liga Champions.

Manchester City berada di urutan berikutnya dengan peluang 10,99 persen. Meski beberapa penampilan mereka di fase liga dinilai kurang meyakinkan, termasuk saat menghadapi Bayer Leverkusen dan Bodo/Glimt, superkomputer tetap menempatkan City sebagai ancaman serius. Pengalaman menjuarai Liga Champions musim 2022–2023 serta kedalaman skuad menjadi faktor utama penilaian tersebut.

Liverpool menyusul dengan peluang 8,77 persen. Upaya The Reds mengejar gelar Liga Champions ketujuh dinilai masih terbuka, meski inkonsistensi performa dan persoalan cedera di lini pertahanan menjadi catatan yang mempengaruhi proyeksi mereka.

Chelsea dan Barcelona ditempatkan di urutan 5 dan 6. Chelsea diberi peluang 7,25 persen, hanya unggul tipis dari Barcelona dengan 7,24 persen. Keduanya sama-sama tidak tampil dominan di fase liga, namun tetap mampu mengamankan posisi di delapan besar. Chelsea sempat mengalahkan Barcelona 3-0 pada November lalu, meski konsistensi performa mereka masih menjadi tanda tanya.

Pemain Barcelona, Lamine Yamal

Pemain Barcelona, Lamine Yamal

Juara bertahan Paris Saint-Germain justru berada di luar jajaran unggulan utama. PSG hanya memiliki peluang 4,94 persen setelah gagal lolos otomatis ke babak 16 besar usai bermain imbang dengan Newcastle United pada laga terakhir fase liga. 

Newcastle sendiri diberi peluang 3,16 persen, dengan superkomputer memproyeksikan kedua tim mampu melewati babak play-off, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi juara.

Inter Milan, finalis musim lalu, hanya memiliki peluang 2,63 persen. Tottenham Hotspur, juara Liga Europa, berada tepat di bawahnya dengan 2,32 persen. Sporting CP, yang secara mengejutkan finis di delapan besar fase liga, juga dinilai memiliki peluang kecil dengan 1,79 persen.

Nama paling mencolok dalam daftar ini adalah Real Madrid. Klub pengoleksi 15 gelar Liga Champions tersebut hanya diberi peluang 1,66 persen, berada di bawah sejumlah tim yang secara historis kurang dominan.

Pemain Real Madrid saat melawan Valencia

Pemain Real Madrid saat melawan Valencia

Performa Kylian Mbappe cs dinilai  buruk di akhir fase liga memaksa Madrid turun ke babak play-off, mencerminkan ketidakstabilan mereka sepanjang musim.

Atletico Madrid bahkan memiliki peluang lebih kecil lagi, yakni 0,86 persen. Sementara klub-klub lain seperti Juventus, Borussia Dortmund, Benfica, hingga Bayer Leverkusen menempati lapisan terbawah dengan peluang di bawah satu persen.