Tak Hanya Fokus Transformasi Internal, tapi juga Bangun 'Trust' Publik

Ilustrasi transformasi perusahaan.
Ilustrasi transformasi perusahaan.

Selain upaya keras di internal transformasi industri untuk mengakselerasi kinerja, BUMN anak usaha Holding Perkebunan Nusantara ini juga terus membangun citra baik.

“Kami telah bekerja keras untuk memperbaiki kinerja dengan beberapa program transformasi fundamental. Hasilnya sangat menjanjikan. Ini penting sebagai modal trust (kepercayaan),” kata Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo.

Data akurat tentang posisi korporasi yang presisi dan jujur sangat dibutuhkan untuk menemukan formula terbaik dalam setiap kebijakan.

Dalam konteks ini, PTPN I menggandeng Litbang Kompas untuk menemukan posisi korporasi yang presisi.

Aris meminta Libang Kompas untuk menyelenggarakan Corporate Image Index (CII) 2025.

Menurutnya, PTPN I membutuhkan lembaga yang kredibel untuk memetakan setiap detail korporasi dari berbagai aspek.

Hal itu sangat dibutuhkan karena data presisi akan menjadi bahan kajian dan mitigasi langkah ke depan.

“Kami menyadari bahwa kepercayaan publik adalah jangkar utama dalam pertumbuhan PTPN I. Itu sebabnya, kami proaktif dengan memetakan persepsi pemangku kepentingan secara akurat dan objektif,” tutur dia.

Data yang diperoleh dari survei ini akan menjadi panduan bagi manajemen untuk tetap konsisten dalam jalur transformasi.

Aris meyakini, masukan dari publik akan mendorong PTPN I menjadi organisasi yang lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ia juga menyadari bahwa untuk tumbuh menjadi perusahaan yang maju dan kompetitif, PTPN I memerlukan 'cermin' yang jujur dari pihak eksternal.

Dengan metodologi yang diakui di level nasional maupun internasional, PTPN I ingin mendapatkan potret yang presisi mengenai posisi perusahaan saat ini.

"Hasil surveinya akan memberikan banyak masukan berharga bagi PTPN I. Fokus kami memastikan setiap kebijakan perusahaan tidak hanya mengejar profit (keuntungan), tetapi juga menjaga keberlangsungan yang selaras dengan ekspektasi pemangku kepentingan," jelas Aris.

Sementara itu, General Manager Sales Integrated Kompas, Devi, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan manajemen PTPN I dalam melakukan evaluasi berbasis riset.

Menurut dia, langkah ini mencerminkan kematangan korporasi dalam mengimplementasikan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).

"Kerja sama ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memotret peluang serta tantangan di mata publik secara jernih. Melalui survei CII, kami berkomitmen memberikan gambaran komprehensif mengenai posisi reputasi perusahaan di tengah peta persaingan industri saat ini," ungkap Devi.