Kelapa Jadi Pilar Ketahanan Pangan
Pascasukses melaksanakan tanam perdana di Banyuwangi pada akhir Desember 2025, PTPN I terus memacu perluasan areal tanaman kelapa di seluruh unit kerjanya.
Langkah ini merupakan bagian dari proyeksi strategis menuju target 50 ribu hektare lahan kelapa pada 2029 di seluruh wilayah kerja PTPN I.
Oleh karena itu, PTPN I Regional 8 memulai penanaman kelapa di lahan seluas 104 hektare yang berlokasi di Kebun Mira (Minahasa dan Halmahera Utara), Sulawesi Utara.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan jika perusahaannya memegang tanggung jawab teknis dan moral dalam menyukseskan program hilirisasi perkebunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, hilirisasi di sektor perkebunan merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"PTPN I memiliki peran krusial dalam meningkatkan ekonomi petani kelapa dan nilai tambah komoditas ini melalui pengembangan industri hilir. Kelapa adalah komoditas strategis. Kami mengisi celah pasar agar tidak terjadi instabilitas pangan, mengingat tingginya ketergantungan masyarakat namun di sisi lain lahan petani mulai beralih fungsi," ujarnya.
Teddy menambahkan, dari target 50 ribu hektare hingga 2029, sekitar 70 persen populasi tanaman akan fokus di wilayah Regional 8 yang mencakup sembilan provinsi.
"Industri kelapa ini, ke depan bukan sekadar penyedia bahan mentah. Kami akan menciptakan industri terpadu dengan produk hilir yang kompetitif. Kami berencana membangun pabrik utama dan industri pengolahan produk derivatnya guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi negara," imbuh Teddy.
Di sisi operasional, Region Head PTPN I Regional 8, Misran, menjelaskan bahwa penanaman 104 hektare di Marinsow, Kabupaten Minahasa Utara ini adalah langkah awal dari target 1.800 hektare pada tahun 2026 khusus di wilayah Regional 8.
"Kami sedang menyiapkan lahan hingga mencapai target total 35.000 hektare untuk regional ini. Varietas yang kami gunakan adalah bibit unggul dengan produktivitas tinggi guna mendukung ekosistem hilirisasi industri kelapa PTPN I," jelas Misran.
Secara nasional, progres penyiapan lahan terus dilaporkan ke Kantor Pusat PTPN I.
Pada awal Januari, Regional 1 (Sumatera Utara) melaporkan kesiapan 300 hektare lahan di Kebun Helvetia dan Bulu Cina, Deli Serdang, yang dijadwalkan tanam perdana pada Februari 2026.
Regional lain juga melaporkan kesiapan lahan minimal 1.000 hektare untuk tahap pertama.
"Saat kami merancang program ini setahun lalu, sejumlah perusahaan swasta produsen santan dan tepung kelapa sudah menyatakan minat untuk bekerja sama. Ini membuktikan bahwa ekosistem industri kelapa terintegrasi yang kami bangun sangat prospektif secara bisnis," tuturnya.