Bakrie & Brothers Gelar Right Issue Jumbo, Perkuat Modal dan Pangkas Utang

Bakrie & Brothers
Bakrie & Brothers

Aksi korporasi ini dilakukan setelah mendapat persertujaun dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 27 Februari 2026 mendatang. 

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar lembar saham baru BNBR seri E yang berasal dari saham portepel. Perseroan mematok nilai nominal sebesar Rp12 per lembar saham.

Manajemen perseroan menilai perlu melakukan right issue dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait akuisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada tahun 2025. Dana akan diarahkan untuk mendukung modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan CCT. 

"PMHMETD akan dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Manajemen BNBNR dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat (3) Peraturan OJK (POJK) 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB  sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran adalah tidak lebih dari 12 bulan.

Seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD setelah dikurangi biaya-biaya lain akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur. Cuan segar ini juga disalurkan untuk menambah modal kerja.

Perseroan optimis bahwa rencana PMHMETD akan mendongkrak kinerja keuangan dan operasional serta struktur permodalan perseroan semakin solid. Penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan perseroan untuk melakukan ekspansi usaha. 

Manjemen BNBR menganalisa bahwa penambahan modal menyebabkan rasio total pinjaman terhadap aset turun. Alhasil, komposisi aset Perseroan yang didanai dengan ekuitas menjadi lebih besar sehingga kontribusi kepada bagian pemegang saham dari kinerja aset-aset perseroan menjadi lebih besar serta fleksibilitas lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan. 

Begitu juga, rasio total pinjaman terhadap total ekuitas menyusut setelah pelaksanaan right issue ini. Artinya ekuitas meningkat sehingga struktur permodalan lebih seimbang antara ekuitas dan utang.

"Pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat  meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan," tegas Manajemen BNBR.

Rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru. Di mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33 persen setelah dilaksanakannya HMETD.

Saham BNBR berada di harga 232 atau naik 9,43 persen atau 20 poin hingga pukul 13.55 WIB pada Selasa, 20 Januari 2026.