Apa Alasan Jurist Tan Dijuluki "Bu Menteri" di Kemendikbudristek?

Jurist Tan, Apa Alasan Jurist Tan Dijuluki

Jurist Tan, eks Staf Khusus Nadiem Makarim, menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Jurist Tan bersama empat orang lain, termasuk Nadiem Makarim, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah penyidik memiliki bukti yang cukup.

Nama Jurist Tan juga cukup sering disebut ketika kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook mulai diperiksa dalam sidang.

Sebagai seorang stafsus, Jurist disebut punya peran yang luas, bahkan menyaingi kewenangan menteri. Sehingga mendapat julukan “Bu Menteri”.

Alasan Jurist Tan dijuluki “Bu Menteri

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Selasa (13/1/2026), terungkap bawah para pejabat Kemendikbudristek menjuluki Jurist Tan dengan julukan “Bu Menteri”.

Hadir sebagai saksi, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana dan Prasarana dan Tata Kelola Direktorat SMP Kemendikbudristek Cepy Lukman Rusdiana mengungkap alasan julukan tersebut.

Dia menyebut, Jurist dijuluki “Bu Menteri” karena punya kewenangan yang luas, bahkan menyaingi Nadiem selaku menteri yang resmi dilantik untuk membantu presiden.

Awalnya Hakim Anggota Andi Saputra membacakan keterangan Cepy yang tercatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Di salah satu materi BAP anda, anda menceritakan bahwa Jurist Tan selaku Stafsus Menteri yang tidak ada kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah tersebut dapat ikut campur dalam pengadaan barang tersebut karena sangat berpengaruh di Kemendikbud,” ujar Hakim Andi dalam sidang, Selasa (13/1/2026).

“Bahkan, saudari Jurist Tan mendapat julukan ‘Bu Menteri’ dari teman-teman kantor dan bisa berkata lu dan gue kepada Menteri Nadiem di hadapan banyak pejabat,” lanjut Andi.

Cepy kemudian menjelaskan, julukan ‘Bu Menteri’ ini diberikan karena pejabat kementerian menilai, Jurist Tan seakan seperti menteri yang sesungguhnya, bukan Nadiem.

“Berdasarkan informasi dari teman-teman kantor dan saat itu dari Bu Poppy, pimpinan-pimpinan kami, bahwa “Bu Menteri” ini ya menteri sesungguhnya sepertinya Jurist Tan gitu loh, karena punya kekuasaan hampir sama dengan pak menteri,” jawab Cepy.

Cepy mengatakan, berdasarkan pengalaman dan cerita dari pejabat kementerian yang lain, Jurist Tan ini punya kewenangan yang lebih luas, bahkan setara dengan Nadiem.

“Oh ini untuk menunjukkan bahwa dia sangat powerful gitu?” tanya Hakim Andi.

“Powerful, betul,” jawab Cepy lagi.

Cepy bukan orang pertama yang bersaksi akan kewenangan luas Jurist selama menjadi Stafsus Nadiem.

Terhitung, sejak sidang pemeriksaan saksi yang pertama, sudah ada sekitar sembilan orang yang memberikan keterangan serupa.

Jurist Tan punya peran dominan di Kemendikbudristek

Jurist Tan, Apa Alasan Jurist Tan Dijuluki

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna saat ditemui di depan Gedung Penkum, Kejagung, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menyebutkan, Jurist Tan memiliki peran yang cukup dominan.

Hal ini, menurut dia, tercermin dari fakta-fakta persidangan yang mengungkap luasnya kewenangan Jurist Tan saat menjabat sebagai staf khusus Nadiem.

"Nah, memang berdasarkan keterangan saksi-saksi yang terungkap bahwa peranan dia tuh dominan sekali," kata Anang di Kompleks Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Anang mengatakan Jurist Tan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kejagung juga telah mengajukan red notice (permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang buron) guna melacak keberadaan Jurist Tan.

Kejagung pun memastikan akan terus menelusuri aset Jurist Tan meski ia belum ditangkap. Termasuk juga juga pihak lain yang diduga terkait dengan korupsi pengadaan Chromebook.

(Nicholas Ryan Aditya, Shela Octavia | Editor: Ardito Ramadhan, Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang