Pengakuan Jujur Xabi Alonso setelah Didepak Real Madrid di Tengah Musim

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso

 Xabi Alonso akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya setelah kebersamaannya dengan Real Madrid berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Keputusan klub mengakhiri kerja sama itu datang di tengah musim, menyisakan tanda tanya besar tentang arah proyek yang sempat memunculkan ekspektasi tinggi sejak awal.

Alonso, yang resmi datang ke Santiago Bernabeu pada Mei 2025, harus menerima kenyataan pahit usai Real Madrid kalah dramatis 2-3 dari Barcelona pada ajang Piala Super Spanyol di Arab Saudi, Minggu 11 Januari 2026. Kurang dari 24 jam setelah laga tersebut, manajemen klub mengumumkan pemecatan pelatih berusia 44 tahun itu, sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak.

Keputusan tersebut terasa kontras dengan posisi Real Madrid di kompetisi domestik. Saat itu, Los Blancos masih bertengger di peringkat kedua klasemen La Liga, tertinggal empat poin dari Barcelona setelah 19 pertandingan. Namun, standar tinggi yang melekat pada Real Madrid membuat satu kekalahan krusial cukup untuk mengubah arah kebijakan klub.

Xabi Alonso dan Kylian Mbappe

Manajemen bergerak cepat dengan menunjuk pelatih tim cadangan, Alvaro Arbeloa, sebagai pengganti sementara. Arbeloa langsung diberi mandat memimpin tim utama demi menjaga stabilitas performa di tengah padatnya agenda kompetisi.

Secara statistik, catatan Alonso bersama Real Madrid terbilang solid. Ia membukukan 24 kemenangan dari total 34 pertandingan di semua kompetisi. Meski demikian, capaian tersebut rupanya belum dianggap cukup untuk memenuhi ekspektasi yang selalu menyertai kursi pelatih di Bernabeu.

Tak lama setelah pengumuman resmi, Alonso menyampaikan pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa 13 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menggambarkan pengalamannya melatih Real Madrid sebagai sebuah kehormatan besar dalam perjalanan profesionalnya.

“Babak profesional ini telah berakhir, dan hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab,” tulis Alonso.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen klub, termasuk para pendukung. 

“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan yang terpenting, kepada para penggemar dan komunitas Madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Meski masa baktinya di Madrid berakhir singkat, reputasi Alonso di level Eropa tetap terjaga. Namanya masih lekat dengan kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen, di mana ia mengantar klub tersebut meraih gelar ganda domestik Jerman dan melaju ke final Liga Europa 2023-2024 dengan rekor tak terkalahkan di Bundesliga.

Ke depan, Alonso disebut masuk dalam radar sejumlah klub Liga Premier, termasuk Liverpool dan Manchester United. Sementara itu, Real Madrid bersiap menatap laga berikutnya di bawah arahan Arbeloa, dimulai dengan pertandingan melawan Albacete di babak 16 besar Copa del Rey pada Rabu 14 Januari 2026, sebelum menjamu Levante di La Liga pada Sabtu 17 Januari 2026 dalam laga perdananya memimpin tim utama di Santiago Bernabeu.