Beredar Video Kylian Mbappe Jadi Penyebab Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Xabi Alonso resmi dipecat pada Senin malam, 12 Januari 2026 waktu setempat, atau hanya sehari setelah Madrid tumbang dari Barcelona di laga final yang digelar di Arab Saudi.
Manajemen klub bergerak cepat dengan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti sementara, mengakhiri masa jabatan Alonso yang terbilang singkat namun penuh gejolak.
Pemecatan Xabi meninggalkan polemik lantaran Kylian Mbappe disebut-sebut menjadi simbol runtuhnya wibawa sang pelatih di tuan ganti. Sebuah video beredar di media sosial, Mbappe disebut-sebut menjadi aktor utama di balik keputusan Real Madrid tidak memberikan guard of honour kepada Barcelona saat sang rival naik podium untuk menerima trofi.
Embed Twitter
Padahal, sebelum seremoni, para pemain Barcelona sempat lebih dulu memberikan penghormatan kepada Madrid. Namun momen tersebut tak dibalas. Dalam cuplikan video yang viral di media sosial, Xabi Alonso terlihat meminta para pemainnya, termasuk Mbappe untuk maju dan memberi penghormatan. Permintaan itu justru direspons dingin.
Mbappe terlihat mengangkat tangan dengan ekspresi frustrasi sebelum menjauh dari rekan-rekannya. Alonso pun tampak pasrah, seolah menyadari otoritasnya tak lagi digubris oleh sang megabintang.
Momen ini dianggap mencerminkan situasi ruang ganti Madrid di era Alonso. Sang pelatih dikabarkan kerap mengalami kesulitan mengendalikan para pemain bintang. Bahkan sebelumnya, Vinicius Junior disebut pernah menyampaikan kepada Presiden Florentino Perez bahwa ia enggan memperpanjang kontrak selama Alonso masih menangani tim.
Jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague, turut menanggapi video tersebut. “Setelah kejadian ini, Xabi pasti berpikir: ‘Tidak, ini tidak akan berhasil di sini,’” ujarnya.
Video lain juga memperlihatkan Mbappe beberapa kali mengisyaratkan rekan setimnya untuk tidak bertepuk tangan saat Barcelona menerima trofi. Real Madrid kemudian meninggalkan area seremoni tanpa menyaksikan rival abadinya merayakan gelar.
Meski demikian, Mbappe tetap menyampaikan pesan perpisahan bernada hangat kepada Alonso usai pemecatan sang pelatih.
Kylian Mbappe dan Lamine Yamal
“Waktunya memang singkat, tapi merupakan sebuah kehormatan bermain dan belajar darimu. Terima kasih atas kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih dengan ide yang jelas dan pemahaman luar biasa tentang sepak bola," tulis Mbappe.
Sementara itu, Presiden Barcelona Joan Laporta mengaku terkejut dengan sikap Madrid yang menolak memberikan guard of honour.
“Saya heran mereka tidak melakukannya. Dalam kemenangan maupun kekalahan, kita harus tetap menghormati lawan. Tapi saya bisa memahami betapa sulitnya momen itu bagi mereka,” kata Laporta.
Di tengah kontroversi tersebut, Real Madrid masih puasa trofi musim ini dan tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen LaLiga. Meski Mbappe sudah mencetak 29 gol dari 25 laga, ketidakstabilan tim dan konflik internal membuat manajemen akhirnya memilih mengakhiri era Xabi Alonso lebih cepat dari rencana.